Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri terkait pembahasan pembentukan badan ekspor guna mengelola komoditas strategis nasional. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Beberapa pejabat tinggi yang hadir antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKRM Rosan Roeslani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Para menteri tiba mulai pukul 12.15 WIB untuk mengikuti agenda yang disebut sebagai undangan makan siang oleh Rosan kepada wartawan.
Dalam pertemuan tersebut, Rosan membawa laporan mengenai mekanisme kerja badan ekspor yang baru dibentuk, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Badan usaha milik negara ini bertugas mengelola ekspor komoditas strategis nasional agar tata kelolanya lebih terstruktur dan terkontrol. Rosan menyatakan bahwa dirinya akan menyampaikan laporan secara rinci terkait mekanisme pengelolaan badan tersebut.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan bahwa kehadirannya adalah untuk menerima arahan dari Presiden Prabowo dan siap memberikan laporan sesuai kebutuhan. Ia tidak merinci isi laporan yang akan disampaikan, namun menegaskan kesiapan menteri terkait untuk mendukung kebijakan yang akan dijalankan.
Pemerintah dijadwalkan mulai menerapkan pengelolaan ekspor komoditas sumber daya alam strategis melalui badan usaha milik negara pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup pengelolaan ekspor minyak kelapa sawit mentah, batu bara, serta paduan besi. Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola ekspor dan menjaga keberlanjutan sumber daya nasional.
Dengan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia, pemerintah berharap pengelolaan ekspor komoditas strategis dapat berjalan lebih efisien dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional. Pertemuan hari ini menjadi bagian dari proses koordinasi dan pengawasan kebijakan tersebut agar implementasinya berjalan sesuai rencana.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan