Media Kampung – Yesita Karel, seorang perempuan muda lulusan Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), berhasil mengembangkan bisnis domba bernama Artisnya Domba Jember yang dibangunnya sejak tahun 2017. Berasal dari Sidomulyo, Kabupaten Jember, Yesita menepis anggapan bahwa peternakan hanya bidang laki-laki dengan membuktikan kemampuan dan keberaniannya di dunia peternakan.
Sejak awal kuliah, Yesita sudah memulai usaha peternakan domba dengan modal pengalaman yang diperolehnya dari lingkungan rumah yang akrab dengan peternakan. Ia melihat peluang usaha yang ada di sekitarnya dan memilih untuk mandiri dengan membangun bisnis sendiri. Meskipun menghadapi tantangan besar, termasuk stigma sosial yang menganggap peternakan bukan tempat perempuan, ia tetap konsisten menjalankan usahanya.
Dalam perjalanan bisnisnya, Yesita sempat merasakan kekhawatiran dan ketakutan terkait risiko usaha seperti kesulitan menjual produk, penipuan, hingga pencurian ternak. Selain itu, ia harus belajar banyak hal teknis, mulai dari menentukan usia dan bobot ideal domba hingga sistem pengiriman untuk pembeli dari luar daerah. Keputusannya untuk belajar langsung di lapangan membantunya mengatasi kendala tersebut.
Tantangan terberat muncul saat pandemi dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang, yang sempat menghentikan pengiriman domba dan menyebabkan kematian beberapa ternaknya. Meski demikian, Yesita memilih bertahan dan tidak menyerah pada kondisi sulit tersebut. Ia percaya bisnisnya bisa terus berkembang dengan ketekunan dan kesabaran.
Pada tahun 2022, usaha yang dirintis Yesita mulai menunjukkan kemajuan signifikan. Penjualan meningkat, dan jenis domba yang dipasarkan tidak lagi terbatas pada domba lokal, tetapi juga mencakup varietas Merino, Dormas, dan Sopas. Saat ini, bisnisnya didukung oleh tiga kandang aktif, jauh berbeda dari awal yang hanya memiliki satu kandang sederhana.
Keberhasilan usaha ini juga berdampak positif pada kehidupan pribadi Yesita. Sejak semester awal kuliah hingga lulus, ia mampu membiayai kuliahnya sendiri, membeli motor dan telepon genggam, serta membantu renovasi rumah keluarga. Ia mengapresiasi dukungan dari keluarga yang selalu memberikan doa dan semangat selama perjalanan bisnisnya.
Yesita menilai bahwa kuliah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang untuk mengasah karakter dan keterampilan hidup. Pengalaman sulit saat mengubah judul skripsi tanpa koordinasi dosen membantunya belajar pentingnya komunikasi dan tanggung jawab, pelajaran yang ia terapkan dalam menjalankan bisnisnya.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, Yesita terus mengembangkan Artisnya Domba Jember dengan harapan menjadi pengusaha sukses yang bisa membuka kesempatan bagi banyak orang di bidang peternakan. Kisahnya mengingatkan bahwa keberhasilan datang dari keberanian memulai dan keteguhan menghadapi rintangan, bukan sekadar kekuatan semata.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan