Media Kampung – Meta Platforms resmi memulai proses pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dengan memberhentikan sekitar 8.000 karyawan secara global. Gelombang PHK ini diawali dengan pemberitahuan kepada staf di Singapura yang menerima email pemecatan pada pukul 04.00 pagi waktu setempat pada Rabu, 20 Mei 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar Meta yang bertujuan meningkatkan efisiensi perusahaan sekaligus mengalihkan fokus sumber daya ke pengembangan kecerdasan buatan (AI). PHK ini diperkirakan berdampak pada sekitar 10 persen dari total karyawan Meta yang mencakup tim engineering dan produk.

Selain pemecatan, Meta juga mengumumkan akan merelokasi sekitar 7.000 karyawan ke posisi yang lebih terfokus pada pengembangan AI dan produk terkait. Pengumuman tersebut disampaikan beberapa minggu sebelumnya, menimbulkan suasana ketidakpastian di kalangan pegawai.

Kepala Sumber Daya Manusia Meta, Janelle Gale, menjelaskan dalam memo internal bahwa perusahaan kini berupaya mengadopsi struktur organisasi yang lebih datar dengan tim kecil yang dapat bergerak lebih cepat dan memiliki tanggung jawab lebih besar. Menurutnya, perubahan ini akan meningkatkan produktivitas dan membuat pekerjaan menjadi lebih memuaskan.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan bahwa meskipun AI menjadi prioritas utama, teknologi tersebut bukan alasan utama di balik PHK. Zuckerberg menyatakan bahwa otomatisasi AI membantu tim kecil bekerja lebih efisien dan mengklarifikasi kontroversi terkait rencana Meta memantau aktivitas karyawan, dengan data yang digunakan hanya dalam bentuk abstrak untuk meningkatkan model AI, bukan pengawasan langsung.

Meta memiliki sekitar 78.000 karyawan pada akhir Maret 2026 sebelum PHK dan relokasi dilakukan. Pada tahun ini, perusahaan berencana menginvestasikan lebih dari 100 miliar dolar AS untuk pengembangan AI, dengan total pengeluaran modal diperkirakan mencapai 125 hingga 145 miliar dolar AS guna memperkuat posisi kompetitif di industri teknologi.

Dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 24 persen pada kuartal keempat 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, Meta tetap berusaha mengelola biaya secara ketat di tengah persaingan yang sengit dan perubahan prioritas bisnis. Janelle Gale juga menyampaikan bahwa perusahaan tidak dapat menutup kemungkinan akan ada PHK tambahan di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.