Media Kampung – Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, mengunjungi Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur di Surabaya pada Selasa (19/5/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara Yaman dan pengusaha di Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, bersama sejumlah wakil ketua dan pelaku usaha menyambut langsung kedatangan Dubes Yaman. Salem menyampaikan bahwa hubungan kedua negara selama ini sudah terjalin erat terutama di bidang perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan, dan kini pihaknya ingin mengembangkan kerja sama ekonomi lebih luas.

Salem menjelaskan bahwa banyak warga Yaman yang tinggal di Indonesia aktif sebagai pengusaha dan memiliki relasi kuat dengan masyarakat setempat. Ia berharap generasi sekarang dapat melanjutkan hubungan baik yang telah dibangun sebelumnya. Pemerintah Yaman juga berupaya mempererat kemitraan melalui kerja sama antar pengusaha, lembaga, dan negara.

Lebih lanjut, Dubes Yaman mengungkapkan bahwa perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Yaman sudah ditandatangani, terutama untuk memudahkan masuknya produk Indonesia ke pasar Yaman. Namun, produk asal Yaman belum banyak tersedia di Indonesia, salah satunya karena tantangan sertifikasi halal. Meski begitu, pembahasan dalam expo perdagangan menunjukkan kemajuan dan diharapkan sertifikasi halal segera terwujud.

Salem memperkenalkan beberapa produk unggulan Yaman yang berpotensi dipasarkan di Indonesia, seperti bawang putih, madu, biji kopi, tanaman pacar untuk bahan sampo, serta buah delima dan buah khas lainnya. Ia mengajak pengusaha Indonesia untuk bekerja sama dalam memasarkan produk-produk tersebut.

Pemerintah Yaman juga membuka peluang investasi khususnya di sektor alat berat, gas, dan industri lainnya. Menurut Salem, kondisi ekonomi Yaman kini mulai membaik dan pemerintah siap mendukung investor dari Indonesia, termasuk menawarkan potensi pelabuhan besar yang dimiliki Yaman.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai kerja sama ini sangat positif. Ia mengungkapkan bahwa ekspor Jawa Timur ke Yaman selama 2021-2025 mengalami fluktuasi dengan pertumbuhan rata-rata 24,08% per tahun. Adik menilai Yaman dapat menjadi sumber bahan baku penting, terutama fosfat, yang dibutuhkan industri Indonesia sebagai alternatif impor akibat pembatasan dari Tiongkok.

Adik juga menekankan pentingnya memastikan kondisi keamanan, infrastruktur, dan kesiapan investasi di Yaman agar kerja sama berjalan lancar. Untuk memperkuat komunikasi bisnis, Kadin Jatim mengusulkan pembentukan grup bersama sebagai wadah koordinasi perdagangan antara Indonesia dan Yaman, yang mendapat respons positif dari Kedutaan Yaman.

Selain itu, pertemuan membahas kendala logistik seperti tertahannya kontainer ekspor cokelat dari Indonesia di Singapura. Pelaku usaha manufaktur di Jawa Timur berbagi pengalaman ekspor produk olahan kayu ke Timur Tengah melalui Dubai dan mengusulkan agar kerja sama perdagangan diawali dengan sosialisasi dan business matching secara daring sebelum pertemuan tatap muka antar pelaku usaha.

Dubes Yaman menegaskan bahwa kedutaan siap memfasilitasi dan mempermudah proses kerja sama perdagangan antara pengusaha kedua negara. Menurutnya, kunci keberhasilan adalah adanya pihak yang siap menerima dan mengirim barang, serta dukungan pemerintah dan kedutaan dalam memperlancar kerja sama tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.