Media Kampung – Nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap Rupiah terus mengalami kenaikan signifikan, membuat biaya liburan ke Malaysia semakin membebani para pelancong asal Indonesia. Saat ini, 1 Ringgit Malaysia sudah menyentuh angka sekitar Rp4.470, naik dari kisaran Rp4.400 pada awal Mei 2026.

Data resmi dari Bank Indonesia mencatat bahwa pada 18 Mei 2026, nilai tukar Ringgit berada di level Rp4.479 per Ringgit. Kenaikan nilai mata uang ini berimbas langsung pada pengeluaran wisatawan Indonesia yang berkunjung ke negara tetangga tersebut.

Selain itu, harga tiket pesawat rute Indonesia-Malaysia juga mengalami lonjakan tajam. Contohnya, penerbangan dari Medan ke Kuala Lumpur kini membanderol tiket sekitar Rp800 ribuan untuk sekali jalan, naik dua kali lipat dari biasanya. Rute Medan-Penang juga mengalami kenaikan harga tiket menjadi sekitar Rp600 ribuan.

Warga Medan yang rutin berkunjung ke Malaysia mulai merasakan dampak dari penguatan Ringgit dan mahalnya tiket pesawat. Suci, salah satu pelancong asal Medan, menyatakan bahwa pengeluarannya selama empat hari tiga malam di Penang meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya cukup membawa Rp4 juta untuk kuliner dan belanja, kali ini ia menghabiskan sekitar Rp5 juta dalam bentuk tunai belum termasuk pembayaran digital.

Sementara itu, Kiki, warga Medan lainnya, memutuskan menunda rencana liburannya ke Kuala Lumpur karena harga tiket pesawat yang melonjak tinggi. Ia mengatakan sempat menyesal tidak membeli tiket saat harga masih murah di akhir tahun lalu. Dengan kondisi nilai tukar yang terus menguat, Kiki memilih menunggu harga tiket turun kembali.

Kenaikan nilai tukar Ringgit terhadap Rupiah ini juga beriringan dengan pelemahan Rupiah terhadap mata uang asing lainnya. Misalnya, nilai tukar Dolar AS yang saat ini berada di kisaran Rp17.700, dan Dolar Singapura yang juga menguat terhadap Rupiah. Hal ini menambah tekanan pada nilai tukar Rupiah di pasar uang domestik.

Pergerakan Rupiah yang melemah terhadap mata uang asing didorong oleh berbagai faktor global dan domestik. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta tingginya harga minyak mentah ikut memengaruhi sentimen investor. Di dalam negeri, permintaan valuta asing yang tinggi untuk pembayaran dividen dan evaluasi ruang fiskal turut memperberat tekanan terhadap Rupiah.

Meski demikian, Bank Indonesia optimistis nilai tukar Rupiah akan kembali stabil dan menguat mulai semester kedua tahun ini. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa nilai fundamental Rupiah sebenarnya berada di kisaran Rp16.500 per Dolar AS, dan pergerakan rupiah saat ini masih di bawah nilai tersebut.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat yang berencana berlibur ke Malaysia disarankan untuk memantau terus perkembangan nilai tukar dan mencari penukaran uang dengan kurs terbaik. Hal ini penting agar pengeluaran saat berwisata ke Malaysia dapat lebih terkontrol di tengah penguatan Ringgit yang berlanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.