Media Kampung – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan puluhan UMKM binaan dalam penyediaan perlengkapan haji untuk jamaah Indonesia. Produk seperti kain ihram, mukena, batik haji, hingga tas serut yang dipakai jamaah tahun ini seluruhnya diproduksi oleh pengrajin lokal dari sentra UMKM di Pekalongan dan Bandung.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi BSI dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif sekaligus mendorong UMKM Indonesia agar mampu naik kelas dan menembus pasar internasional melalui produk berkualitas berstandar global. Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa keterlibatan UMKM tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan industri halal dan budaya Indonesia di dunia.
Kemas menambahkan, “Kami ingin perjalanan ibadah haji memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal.” Tahun ini, dari sekitar 203 ribu jamaah haji yang berangkat, lebih dari 80 persen melakukan pelunasan melalui BSI. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, BSI menyediakan sekitar 104 ribu mukena, 85 ribu kain ihram, dan 190 ribu potong kain batik yang disiapkan oleh 37 UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi ketat sesuai standar pemerintah.
Selain perlengkapan ibadah, BSI juga memberikan perhatian khusus terhadap jamaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus dengan mendistribusikan 600 kursi roda yang digunakan pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dukungan ini diharapkan memudahkan jamaah menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih aman dan nyaman.
Salah satu pelaku UMKM pembuat batik haji, Ahmat Failasuf, menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan untuk memproduksi batik resmi jamaah haji Indonesia. Menurutnya, batik yang mereka buat tidak hanya sebagai kain biasa tetapi juga membawa identitas bangsa ke Tanah Suci, menjadi ciri khas jamaah Indonesia di tengah jutaan jamaah dari seluruh dunia.
Keikutsertaan UMKM dalam ekosistem haji diyakini mampu menciptakan efek berganda yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat industri halal nasional, serta memperluas eksposur produk budaya Indonesia di kancah global. BSI terus mengembangkan dukungan bagi UMKM melalui berbagai program seperti pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, sertifikasi halal, hingga membuka akses ke pasar internasional.
Selain itu, BSI juga memperkuat kontribusinya dalam program pemerintah dengan mengembangkan pembiayaan segmen ritel dan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan