<p Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami kenaikan pada hari ini, Rabu, 6 Mei 2026. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa intensitas serangan ke Iran akan diturunkan.
Media Kampung –
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 34 poin atau 0,20% menjadi 17.390 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di posisi 17.424 per dolar AS. Hal ini disebabkan oleh sentimen geopolitik global yang masih mempengaruhi.
Menurut sumber, rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat mengikuti penguatan mayoritas mata uang regional yang dibuka menguat seiring dengan melandainya harga minyak dan index dollar akibat pernyataan Presiden Trump bahwa intensitas serangan ke Iran akan diturunkan.
Pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini. Yen Jepang (JPY) menguat 0,12 persen, Hongkong (HKD) stagnan, dolar Singapura (SGD) menguat 0,16 persen, dolar Taiwan (TWD) menguat 0,37 persen, dan Won Korea (KRW) menguat 0,75 persen.
Selain itu, pergerakan mata uang negara-negara Eropa terhadap dolar AS juga terpantau bergerak campuran. Euro (EUR) melemah 0,26 persen, Pound Sterling (GBP) melemah 0,25 persen, sementara Franc Swiss (CHF) menguat 0,22 persen.
Nilai rupiah dibuka menguat ke level Rp17.390 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu, 6 Mei 2026. Kenaikan nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS itu seiring konflik AS dan Iran mereda usai Presiden AS Donald Trump mengatakan intensitas serangan ke Iran akan diturunkan.
Bank Indonesia berencana untuk menstabilkan rupiah dengan melakukan beberapa langkah, seperti mengatur suku bunga dan melakukan intervensi di pasar valas.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tertinggi sejak empat tahun terakhir juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan nilai tukar rupiah.
Dengan demikian, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa hari ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan