Media Kampung – Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, dipicu oleh laporan data pekerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan. Lonjakan ini juga didorong oleh harapan meredanya ketegangan geopolitik, khususnya potensi berakhirnya konflik antara AS dan Iran.
Harga emas spot naik 0,8 persen menjadi USD 4.723,28 per ounce, sementara harga emas batangan meningkat 2,4 persen sepanjang pekan ini. Kenaikan mingguan ini menandai pemulihan setelah sebelumnya harga emas sempat mencapai titik terendah dalam sebulan. Direktur High Ridge Futures menyatakan bahwa optimisme pasar terhadap gencatan senjata AS-Iran turut memperkuat sentimen positif terhadap emas sebagai aset safe haven.
Data pekerjaan AS yang dirilis baru-baru ini memperlihatkan angka yang lebih solid, sehingga menurunkan ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan. Hal ini melemahkan dolar AS dan memberikan ruang bagi harga emas untuk menguat. Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai berlakunya gencatan senjata di tengah bentrokan di Selat Hormuz turut menambah sentimen positif bagi harga logam mulia ini.
Situasi di Selat Hormuz yang sempat memanas akibat blokade pelabuhan Iran dan aksi militer AS juga menjadi perhatian pasar. Namun, upaya diplomasi dan gencatan senjata yang masih berlangsung menjadi faktor utama yang meredam kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global, yang sebelumnya menekan harga emas.
Di pasar domestik, harga emas perhiasan juga menunjukkan tren menguat. Pada 9 Mei 2026, harga emas perhiasan di beberapa toko seperti Raja Emas dan Laku Emas berada di kisaran Rp 2,5 juta per gram, mengikuti kenaikan harga emas dunia yang mencapai level tertinggi sejak 22 April 2026.
Sementara itu, harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tetap stabil di angka Rp 2.644.000 per gram pada hari yang sama. Transaksi buyback emas ini tetap menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan dengan sertifikat LBMA resmi, meski harga jual kembali biasanya lebih rendah dibanding harga pembelian awal.
Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS di pasar Indonesia pada 9 Mei 2026 masih berada di bawah Rp 3 juta per gram, dengan harga masing-masing sekitar Rp 2,8 jutaan. Fluktuasi harga ini mencerminkan pengaruh pergerakan pasar global serta nilai tukar mata uang yang terus berubah.
Dengan kondisi geopolitik yang mulai mereda dan laporan ekonomi AS yang solid, harga emas dunia berpeluang mempertahankan tren kenaikan dalam waktu dekat. Investor dan masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan situasi global yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas selanjutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan