Media Kampung – Pusat Keunggulan Sustainability BINUS (Bic-Sus) menggelar Stakeholder Engagement Forum pada 4 Juli 2025, mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri untuk membahas transformasi kelembagaan dan praktik bisnis berkelanjutan. Forum ini menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam mendorong transparansi dan keberlanjutan di dunia bisnis.

Acara tersebut menghadirkan Prof. Prem Chhetri dari RMIT University, Australia, sebagai pembicara utama. Ia mengungkapkan bagaimana RMIT berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pengajaran, penelitian, operasi, hingga kerja sama strategis universitas. Salah satu pencapaian RMIT adalah posisi ke-56 dalam Times Higher Education Impact Rankings 2025 yang mencerminkan komitmen kuat universitas terhadap isu keberlanjutan.

Prof. Chhetri juga memperkenalkan Sustainable Procurement Disclosure Index (SPDI), sebuah inisiatif yang dikembangkan bersama untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam praktik pengadaan berkelanjutan di berbagai ekosistem bisnis. SPDI awalnya digunakan untuk menilai praktik pengadaan berkelanjutan pada 200 perusahaan terdaftar terbesar di Australia, dan kini diperluas ke Asia, termasuk Indonesia, melalui kerja sama dengan BINUS University.

Dalam diskusi, Prof. Chhetri menekankan bahwa perubahan institusional sangat penting untuk mengimplementasikan keberlanjutan secara efektif. Ia menyatakan, “Transformasi institusi dan perubahan sistemik diperlukan agar keberlanjutan dapat dijalankan pada tingkat strategis dan operasional. Pendekatan ini menggabungkan tata kelola dari atas ke bawah yang memberikan visi dan kebijakan, serta pemberdayaan dari bawah ke atas untuk mendorong keterlibatan dan inovasi di setiap lini.”

Kolaborasi antara RMIT dan BINUS dilakukan dengan melibatkan dua akademisi BINUS, Prof. Yanthi R. L. Hutagaol dan Dr. Marko S. Hermawan, untuk menyesuaikan kerangka SPDI dengan praktik bisnis dan regulasi Indonesia. Sinergi ini bertujuan menciptakan platform dialog inklusif yang melibatkan akademisi, mahasiswa, dan pemimpin bisnis guna membangun ekosistem bisnis yang lebih transparan dan berkelanjutan.

Forum ini menunjukkan komitmen Bic-Sus dalam meningkatkan kesadaran keberlanjutan serta memperkuat kerja sama antara lembaga pendidikan tinggi dan dunia industri. Dengan menghubungkan keahlian global dan inisiatif lokal, forum diharapkan menjadi langkah penting dalam menciptakan dampak keberlanjutan jangka panjang di Indonesia dan kawasan sekitarnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.