Media Kampung – 16 April 2026 | Iran mengancam akan menutup Laut Merah dan menghentikan semua aktivitas ekspor‑impor di Teluk Persia sebagai balasan atas blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Komandan Khatam Al‑Anbiya, Ali Abdollahi, menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu 15 April 2026 melalui rilis resmi yang dikutip Tasnim News.

“Jika AS yang agresif dan teroris terus melakukan tindakan ilegal dalam memberlakukan blokade maritim, maka kami akan menutup jalur Laut Merah dan menghentikan semua perdagangan di Teluk,” tegas Abdollahi.

Pemerintah AS memulai blokade Selat Hormuz pada Senin 13 April 2026 pukul 09.00 waktu setempat, sekaligus mengklaim menenggelamkan 158 kapal Angkatan Laut Iran.

Iran menegaskan tidak akan mengizinkan ekspor maupun impor di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah selama blokade berlanjut.

Penutupan Laut Merah juga berarti penutupan Selat Bab al‑Mandeb, jalur strategis sepanjang 32 kilometer yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Mediterania melalui Terusan Suez.

Menurut data 2025, sekitar 12 persen perdagangan minyak dunia – kira‑kira 4,2 juta barel per hari – melintasi Selat Bab al‑Mandeb.

Gangguan di selat tersebut dapat memaksa kapal berlayar mengelilingi Afrika, menambah waktu pengiriman sebesar 10 hingga 14 hari.

Kelompok milisi Houthi di Yaman, yang berafiliasi dengan Iran, juga mengancam menutup Bab al‑Mandeb sebagai bagian dari strategi melawan AS dan Israel.

Negosiasi damai antara AS dan Iran di Islamabad pada 11 April 2026 gagal, sehingga Washington melanjutkan tindakan blokade.

AS menuntut Iran menghentikan program nuklirnya dan menyerahkan bahan uranium yang diperkaya, sedangkan Tehran menolak demi kedaulatan pengayaan sendiri.

Iran menuntut AS menghormati hak pengayaan uranium, menghentikan serangan terhadap proksi Tehran, dan mengakui kedaulatan atas Selat Hormuz.

Negara‑negara Teluk, termasuk Saudi Arab dan Uni Emirat Arab, mengawasi situasi dengan cermat dan menyiapkan langkah diplomatik alternatif.

Perusahaan pelayaran internasional telah menyiapkan rute alternatif melalui Samudra Atlantik, meskipun biaya bahan bakar dan waktu tempuh meningkat secara signifikan.

Potensi penutupan jalur laut dapat menurunkan pasokan energi ke Eropa dan Asia, memicu kenaikan harga minyak global.

Angkatan Laut AS menempatkan grup kapal induk di Laut Arab untuk menegakkan blokade dan melindungi kapal-kapal sekutunya.

Iran menyiapkan armada kapal cepat, kapal selam, dan sistem rudal anti‑kapal untuk menanggapi setiap upaya penembusan AS.

Sampai saat ini belum ada penutupan resmi Laut Merah, namun ketegangan tetap tinggi dan dipantau oleh Perserikatan Bangsa‑Bangsa serta organisasi maritim internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.