Media Kampung – Susi Pudjiastuti resmi dilantik sebagai Komisaris Utama BJB pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, menegaskan komitmennya untuk mengurangi pinjaman online ilegal di Jawa Barat.
Acara pelantikan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, di Gedung Pakuan, Bandung, dengan kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Herman Suryatman, serta jajaran direksi Bank BJB.
Dalam keputusan RUPST, Susi ditetapkan sebagai Komisaris Utama Independen, sementara Ayi Subarna dipilih menjadi Direktur Utama dan Eydu Oktain Panjaitan menjadi Komisaris Independen lainnya.
“Saya suka tantangan, saya ingin mencoba,” ujar Susi mengutip percakapannya dengan Gubernur Dedi Mulyadi, menegaskan motivasinya untuk memperbaiki kinerja BJB.
Sebelum menerima jabatan, Susi sempat menolak tawaran tersebut; namun setelah dibujuk secara intensif, ia mengaku merasa terpanggil sebagai orang Jawa Barat yang ingin berkontribusi.
Selain pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi dikenal sebagai pendiri maskapai Susi Air dan pengusaha perikanan yang mengawali kariernya dari perdagangan ikan di Pangandaran.
Ia menargetkan penurunan pinjaman online ilegal hingga 50 persen dengan memperkenalkan kredit usaha berbunga lebih manusiawi, yang diharapkan dapat menurunkan beban masyarakat.
RUPST juga mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp900 miliar kepada pemegang saham, menandakan kesehatan keuangan BJB sebelum restrukturisasi kepemimpinan.
Susi menegaskan bahwa kepemilikannya atas Susi Air tidak akan menimbulkan konflik kepentingan, dan ia berjanji menjaga tata kelola bank yang bersih serta terpisah dari bisnis pribadi.
Gubernur Dedi Mulyadi menambahkan, “Integritas menjadi alasan utama penunjukan Bu Susi, kami yakin ia dapat membawa kredibilitas baru bagi BJB.”
Ia juga menyoroti pentingnya peran BJB dalam mendukung UMKM dan sektor perikanan, dua bidang yang menjadi keahlian Susi selama ini.
Rencana kredit berbunga rendah akan difokuskan pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah pesisir utara serta selatan Jawa Barat, sesuai dengan kebijakan inklusi keuangan pemerintah.
Pembentukan tim khusus untuk memantau pelaksanaan program pinjaman manusiawi telah dimulai, dengan target evaluasi tiga bulan pertama setelah peluncuran.
Susi telah memulai orientasi internal bersama tim eksekutif BJB, membahas strategi mitigasi risiko pinjol serta sinergi dengan lembaga keuangan lain.
Keputusan ini menandai babak baru bagi BJB, dengan harapan bank regional dapat bertransformasi menjadi lembaga keuangan yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat Jawa Barat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan