Media Kampung – 12 April 2026 | Kapal STS Kalbut Pertamina menjadi urat nadi distribusi LPG di seluruh wilayah Indonesia, menghubungkan kilang di Bontang dengan pelabuhan-pelabuhan utama di Nusantara sejak operasional penuh pada awal 2024.

Berukuran 176 meter panjang dan 30 meter lebar, kapal ini mampu mengangkut hingga 4.500 ton LPG per perjalanan, dilengkapi dengan sistem pendingin berteknologi tinggi serta peralatan keselamatan kelas IIC yang memenuhi standar internasional.

Sejak diluncurkan pada 12 Januari 2024, kapal tersebut telah menunaikan lebih dari 25 kali pelayaran, mencakup rute Bontang‑Surabaya‑Makassar‑Balikpapan‑Batam, serta menyalurkan LPG ke lebih dari 120 titik distribusi di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Data internal Pertamina menunjukkan bahwa kapasitas distribusi LPG nasional meningkat sebesar 12 persen setelah penambahan STS Kalbut, mengurangi waktu tempuh rata-rata dari 7 hari menjadi 4 hari antara kilang dan konsumen akhir.

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau menuntut solusi transportasi laut yang andal; STS Kalbut dirancang untuk beroperasi di perairan tropis dengan tingkat gelombang tinggi, sehingga dapat menjaga stabilitas muatan selama perjalanan jauh.

Selain itu, kapal dilengkapi dengan sistem monitoring real‑time yang terhubung ke pusat kendali Pertamina, memungkinkan pemantauan suhu, tekanan, dan posisi secara terus‑menerus, sehingga meminimalisir risiko kebocoran atau kecelakaan.

Pada bulan Maret 2024, STS Kalbut melakukan pelayaran khusus ke wilayah Nusa Tenggara Timur, memenuhi kebutuhan LPG di daerah yang sebelumnya mengalami kelangkaan akibat gangguan logistik darat.

Kedepannya, Pertamina berencana menambah dua kapal serupa untuk memperluas jaringan distribusi, sekaligus mengoptimalkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan guna mendukung target pengurangan emisi karbon perusahaan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.