Media Kampung – Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, menegaskan bahwa fase Armuzna menjadi fokus utama dalam pengawasan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Hal ini ditegaskan saat rombongan Amirulhaj gelombang kedua tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Kedatangan rombongan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan langsung terhadap berbagai aspek penyelenggaraan haji 1447 Hijriyah. Menteri Irfan Yusuf menekankan bahwa perhatian utama diarahkan pada kesiapan layanan untuk jemaah haji di Arab Saudi, terutama pada fase Armuzna yang meliputi wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Fase Armuzna dianggap sebagai titik paling penting dan krusial dalam rangkaian ibadah haji. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan bahwa semua aspek di lokasi tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan siap sepenuhnya sebelum memasuki puncak pelaksanaan haji. Persiapan meliputi fasilitas tenda, transportasi, konsumsi makanan, layanan kesehatan, serta skema pergerakan jemaah selama di Armuzna.
Menhaj Irfan Yusuf menyatakan, “Kehadiran kami di Tanah Suci bertujuan memastikan seluruh proses berjalan lancar, terutama di fase Armuzna.” Ia menambahkan bahwa seluruh layanan di area tersebut harus berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan jemaah haji.
Rombongan Amirulhaj yang datang bersama Menhaj juga melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional guna memperkuat pengawasan langsung di lapangan. Setibanya di Jeddah, mereka disambut oleh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang juga turut meninjau kesiapan awal layanan yang akan digunakan oleh para jemaah di lokasi Armuzna.
Pengawasan langsung ini dianggap penting oleh pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala yang dapat muncul selama pelaksanaan haji. Menhaj memastikan pemerintah fokus penuh pada kelancaran dan keamanan layanan bagi seluruh jemaah, terutama saat memasuki masa puncak ibadah haji.
Dengan pengawasan intensif dan persiapan matang, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan optimal sesuai standar keselamatan dan kenyamanan yang telah ditetapkan pemerintah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan