Media Kampung – Sejumlah warga sipil di Teheran, Iran, tengah mengikuti pelatihan penggunaan senapan serbu AK-47 sebagai persiapan menghadapi kemungkinan serangan militer Amerika Serikat (AS) di masa depan. Kegiatan ini dilakukan di beberapa pos pelatihan yang didirikan oleh otoritas setempat, khususnya di Lapangan Haft-e Tir, sebagai bagian dari upaya membekali masyarakat dengan keterampilan dasar militer.
Dalam pelatihan yang berlangsung selama hampir setengah jam, anggota Garda Revolusi Iran menunjukkan cara merakit, membongkar, serta menggunakan berbagai jenis amunisi senapan Kalashnikov. Demonstrasi tersebut dilengkapi dengan papan ilustrasi yang memudahkan peserta memahami teknis penggunaan senjata. Pelatihan ini bersifat sukarela dan diikuti oleh warga dari berbagai kalangan, termasuk pria yang minim pengalaman militer serta perempuan yang mengenakan cadar.
Sejauh ini, pelatihan difokuskan pada penggunaan senapan serbu, namun Sadeghi menyatakan bahwa senjata lain kemungkinan akan diperkenalkan sesuai arahan dari otoritas yang lebih tinggi. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan latihan teknis, tetapi juga diiringi dengan penyediaan layanan pendukung seperti konseling psikologis dan bantuan medis di sekitar lokasi pelatihan.
Warga yang mengikuti pelatihan mengungkapkan motivasi mereka untuk belajar menggunakan senjata sebagai bentuk kesiapan mempertahankan negara dan membalas dendam atas serangan yang menewaskan pemimpin mereka. Salah satu peserta, Fardin Abbasi, menyebutkan bahwa kemampuan ini diperlukan untuk menghadapi agresi musuh jika kembali terjadi konflik. Sementara itu, Fatemeh Hossein-Kalantar, seorang ibu yang juga mengikuti pelatihan, menyatakan bahwa mereka membawa anak-anak untuk menyaksikan pelatihan agar lebih memahami situasi yang sedang dihadapi negara.
Di tengah gencatan senjata yang berlangsung sejak April 2026 setelah hampir 40 hari perang antara Iran, AS, dan Israel, ketegangan masih terus berlanjut. Meskipun sudah ada pembicaraan damai yang belum membuahkan hasil, persiapan militer di kalangan masyarakat tetap berjalan intensif. Presiden AS saat itu, Donald Trump, sempat mengumumkan rencana serangan besar terhadap Iran, namun menundanya demi kelanjutan negosiasi dengan sekutu di Teluk.
Televisi pemerintah Iran turut mendukung pelatihan ini dengan menyiarkan sesi langsung yang menampilkan anggota Garda Revolusi mengajarkan penggunaan senapan kepada pembawa acara. Video pelatihan serupa juga tersebar luas di media sosial, memperlihatkan perempuan berkerudung hitam yang aktif mengikuti latihan merakit dan membongkar senjata.
Situasi ini mencerminkan kesiapsiagaan masyarakat Iran yang semakin intensif di tengah ketidakpastian politik dan militer. Pelatihan senapan serbu yang kini dilakukan secara terbuka oleh warga sipil menjadi bagian dari strategi mempertahankan kedaulatan nasional di tengah ancaman luar yang masih mengemuka.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan