Media Kampung – Dewan Pers mengungkapkan keprihatinan atas hilangnya komunikasi dengan empat jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas liputan di wilayah Gaza yang rawan konflik. Anggota Dewan Pers periode 2022-2025, Asep Setiawan, menilai pemerintah harus segera melakukan langkah diplomasi untuk memastikan keselamatan mereka.
Asep menegaskan bahwa jurnalis yang bertugas di daerah konflik mendapat perlindungan hukum internasional sebagai warga sipil. Hal ini diatur dalam Konvensi Jenewa dan protokol tambahan yang mengakui wartawan sebagai pihak yang harus dilindungi saat menjalankan tugas profesional di zona berbahaya.
Dalam wawancara dengan PRO 3 RRI Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026, Asep menyebutkan bahwa selain Konvensi Jenewa, PBB juga memiliki resolusi khusus yakni Resolusi Dewan Keamanan Nomor 2222 yang mengecam segala bentuk serangan terhadap wartawan. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis merupakan kejahatan internasional yang tidak boleh dibiarkan dan para pelakunya wajib mempertanggungjawabkan secara hukum.
Asep menyerukan agar pemerintah Indonesia lebih aktif dalam diplomasi internasional, termasuk melibatkan PBB dan Komite Internasional Palang Merah untuk membantu perlindungan jurnalis yang bertugas di Gaza. Ia mengingatkan bahwa respons pemerintah harus cepat dan tegas serta melakukan lobi kepada negara-negara berpengaruh yang terlibat dalam konflik untuk memastikan keselamatan para jurnalis.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengutuk tindakan yang dilakukan pihak Israel terhadap jurnalis dan aktivis Indonesia di Gaza. Ia meminta pemerintah memperkuat langkah diplomasi guna mendesak Dewan Keamanan PBB dan Amerika Serikat agar memengaruhi Israel membebaskan para jurnalis tersebut. Sukamta juga menekankan pentingnya penggunaan instrumen hukum internasional untuk membuka akses bantuan kemanusiaan dan melindungi para aktivis di wilayah konflik.
Kasus hilangnya kontak dengan jurnalis Indonesia ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak di dalam negeri. Hingga kini, pemerintah dan lembaga terkait masih terus berupaya melakukan komunikasi dan tindakan diplomatik guna memastikan keselamatan mereka. Perkembangan terbaru akan terus dipantau mengingat situasi di Gaza yang sangat dinamis dan berisiko tinggi bagi tenaga media yang bertugas di sana.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan