Media Kampung – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 terjadi di wilayah Laut Banda, Maluku, pada Jumat dini hari tanggal 15 Mei 2026 pukul 00.53 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi kawasan sekitarnya.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust), yang menjadi penyebab getaran yang dirasakan di sejumlah wilayah. Daerah-daerah seperti Saumlaki, Banda, Tual, Dobo, Masela, Sorong, Raja Ampat, Fakfak, dan Kaimana merasakan guncangan dengan skala intensitas II hingga III MMI.
Hasil pemodelan yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 01.16 WIB, belum terdeteksi aktivitas gempa susulan (aftershock) oleh BMKG. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kepanikan.
Peristiwa gempa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam di wilayah Indonesia yang rawan gempa. BMKG terus memantau situasi dan akan memberikan informasi terkini jika terjadi perkembangan baru terkait aktivitas seismik di wilayah Laut Banda dan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan