Media Kampung – Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi Soedirman Event of Animal Husbandry 9.0 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman pada 1-2 Mei lalu. Tim yang dipimpin oleh Prima Cendekia Nirmala Afiatri, bersama Bangkit Setiyoko dan Aisyah Bening Azzahra Putri, menampilkan inovasi menarik dalam pengelolaan sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan.

Kompetisi ini mengangkat tema inovasi berkelanjutan yang sangat relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Setiap tim peserta ditantang untuk menghadirkan solusi yang dapat membantu mengatasi isu ketahanan pangan dan keberlanjutan. Tim Fapet UGM mengusulkan pengolahan limbah peternakan berbasis teknologi sebagai solusi inovatif.

Tim Fapet UGM menunjukkan keseriusan mereka di tahap presentasi akhir di Universitas Jenderal Soedirman. Setiap tim memaparkan solusi inovatif yang telah mereka rancang, sambil menjawab pertanyaan dari dewan juri untuk membuktikan keefektivitasan inovasi mereka.

Karya tim UGM berfokus pada pengolahan whey keju, limbah peternakan yang dapat diolah menjadi edible film. Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi food loss dan food waste serta meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang ada. Selain itu, sistem yang dikembangkan juga menggunakan aplikasi machine learning untuk pemantauan data secara real-time.

Prima menambahkan bahwa inovasi ini adalah penerapan ilmu peternakan yang dipadukan dengan teknologi digital, mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari dosen pembimbing dan rekan-rekan di fakultas dalam meraih prestasi ini.

Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fapet UGM mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi di bidang peternakan dan pangan berkelanjutan.

Prima berharap pengembangan inovasi berbasis teknologi akan terus berkembang untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang berprestasi, diharapkan akan lahir lebih banyak gagasan kreatif dalam bidang ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.