Media Kampung – Lokomotif Argo Bromo Anggrek berhasil dilepas dari rangkaian KRL yang rusak di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026, sekitar pukul 08.30 WIB.

Evakuasi dilakukan dengan menarik lokomotif menggunakan lokomotif bantuan yang tiba dari jalur berlawanan, proses yang berlangsung selama kurang lebih dua puluh menit.

Setelah terpisah, lokomotif tampak mengalami kerusakan pada bagian depan dan samping akibat benturan kuat, namun tidak ada kebocoran bahan bakar yang terdeteksi.

Tim gabungan masih melanjutkan penanganan gerbong KRL yang mengalami kerusakan parah, termasuk penyaringan setiap kompartemen untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal.

Petugas Basarnas, BNPB, TNI, serta Polri berada di lokasi, mengatur lalu lintas, menyiapkan ambulans, dan membantu proses evakuasi korban.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menyampaikan, “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak.”

Hingga pukul 08.45 WIB, jumlah korban tewas tercatat mencapai 14 orang, sementara lebih dari 80 penumpang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit setempat.

Kecelakaan bermula pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB di KM 28+920, ketika KRL Commuter Line berhenti setelah menabrak sebuah taksi di rel sebelah.

Setelah KRL berhenti, kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Gambir‑Surabaya menabrak bagian belakang KRL, menyebabkan lokomotif menembus gerbong KRL.

Menurut kesaksian penumpang bernama Munir, ia mendengar suara keras sebelum kereta jarak jauh menabrak, dan merasakan guncangan kuat yang menghancurkan gerbong paling belakang KRL.

Basarnas bersama tim medis melakukan penyelamatan pada korban yang masih hidup, memasang infus dan menyiapkan tandu untuk evakuasi ke rumah sakit.

Selama proses evakuasi, petugas menemukan lima kantong jenazah dan dua korban hidup yang masih dirawat di lokasi sebelum dipindahkan.

Saat ini, lokomotif telah berhasil dipindahkan beberapa meter dari titik tabrakan, jalur rel sedang diperiksa, dan layanan kereta diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa jam ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.