Media Kampung – Kronologi bocah tewas tersengat listrik di Kaliwates menegaskan tragedi mengerikan yang menimpa anak berusia 11 tahun saat mencoba mengambil layang‑layang yang terjebak di atap toko bangunan Sumber Alam, Jember, pada Senin 20 April 2024.

Korban, yang diidentifikasi dengan inisial MZ, melompat ke atap melalui ruko kosong yang berdempetan dengan toko tersebut, sesuai keterangan Iptu Devy Novita, Panit Reskrim Polsek Kaliwates.

Pukul 12:10 WIB, MZ berhasil mencapai ketinggian tersebut namun langsung menyentuh kabel bertegangan tinggi yang menopang rangkaian listrik di atas toko. Suara ledakan keras terdengar sesaat setelah itu, menandakan terjadinya hubung singkat pada instalasi.

Saksi mata yang berada di sekitar lokasi segera berlari ke atap dan menemukan tubuh korban tergeletak tak bernyawa. Tim penyidik tiba beberapa menit kemudian untuk mengamankan tempat kejadian dan mengumpulkan bukti.

Jasad MZ kemudian dievakuasi ke RS PTPN Kaliwates, namun dinyatakan meninggal dunia di tempat. Keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian sebagai kecelakaan murni, kata Devy dalam pernyataan resmi.

Polisi mencatat bahwa akses ke atap melalui ruko kosong merupakan celah keamanan yang belum ditutup oleh pemilik bangunan. Pihak berwenang menegaskan bahwa instalasi listrik publik harus dipasang dengan standar keselamatan yang memadai, terutama di area publik yang mudah diakses anak-anak.

Pengamat keselamatan kerja menambahkan bahwa kabel bertegangan tinggi seharusnya dipasang pada ketinggian yang tidak dapat dijangkau tanpa peralatan khusus, serta dilengkapi dengan penanda atau pelindung untuk mencegah kontak tidak sengaja.

Pihak kepolisian melanjutkan penyelidikan untuk menelusuri apakah ada kelalaian pemilik ruko atau pihak kontraktor dalam pemasangan instalasi listrik tersebut. Hingga kini, tidak ada indikasi tindak pidana yang terdeteksi, namun proses hukum masih berjalan.

Warga sekitar mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kejadian ini dan menuntut pihak berwenang untuk memperketat pengawasan bangunan kosong serta menambah signage peringatan bahaya listrik.

Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Jember berencana melakukan audit menyeluruh pada semua instalasi listrik komersial di wilayahnya dalam tiga bulan ke depan, serta menyelenggarakan sosialisasi bahaya listrik bagi pelajar di sekolah-sekolah.

Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kesadaran akan bahaya listrik, terutama bagi anak-anak yang cenderung penasaran dan berani mencoba hal berisiko. Hingga saat ini, keluarga korban masih berada dalam proses berduka, sementara aparat terus mengumpulkan bukti untuk menyelesaikan penyelidikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.