Media Kampung – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan bahwa penanganan dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dapat dilakukan secara mandiri dengan kemampuan nasional tanpa perlu menerima bantuan asing saat ini.

Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa fokus utama penanganan adalah memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi melalui kapasitas dan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

Baca juga:

Apresiasi Solidaritas Internasional

Meski belum membutuhkan bantuan dari luar negeri, pemerintah Indonesia tetap menghargai perhatian dan solidaritas yang datang dari berbagai negara sahabat. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, juga telah menyampaikan ucapan terima kasih langsung kepada sejumlah duta besar atas kepedulian mereka terhadap musibah yang menimpa NTT.

Salah satu contoh adalah pernyataan kesiapan pemerintah China untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan Indonesia, termasuk konfirmasi adanya warga negara China yang menjadi korban gempa di wilayah tersebut.

Baca juga:

Data Korban dan Bantuan Logistik

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut mencapai 71 orang hingga Rabu, 19 Agustus 2026. Penanganan korban dan penyediaan kebutuhan dasar masyarakat terus dilakukan dengan distribusi bantuan logistik yang telah mencapai 398 ton dalam periode 15 hingga 18 Agustus 2026. Sebagian besar bantuan tersebut, sekitar 165 ton, dikirim melalui jalur udara untuk mempercepat distribusi ke wilayah terdampak.

BNPB menegaskan bahwa distribusi bantuan akan terus dilaksanakan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi dengan baik.

Baca juga:

Kesiapan Nasional dalam Penanganan Bencana

Pernyataan Kemenlu ini menegaskan kapasitas Indonesia dalam menghadapi bencana alam besar masih kuat berkat koordinasi antar lembaga pemerintah dan sumber daya nasional yang memadai. Hal ini juga menunjukkan kesiapan sistem penanggulangan bencana di Indonesia untuk mengelola dampak bencana secara mandiri, meskipun terus terbuka terhadap dukungan internasional jika diperlukan di masa mendatang.

Penanganan yang terfokus dan terkoordinasi menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat di NTT serta mengurangi risiko tambahan akibat gempa susulan yang masih terjadi.