Media Kampung – BAZNAS RI menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp5 miliar kepada Kedutaan Besar Palestina di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026, sebagai wujud kepedulian rakyat Indonesia terhadap warga Palestina yang terdampak konflik.

Acara penyerahan berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan dihadiri oleh Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid serta perwakilan Kedutaan Besar Palestina.

Sodik Mudjahid menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah langsung dari masyarakat Indonesia yang ingin membantu mengurangi penderitaan di Gaza.

Angka tersebut menunjukkan bahwa komitmen solidaritas rakyat Indonesia tetap kuat meski kondisi ekonomi domestik sedang sulit.

Sodik menambahkan, “Artinya komitmen kepedulian rakyat kita kepada Palestina dalam keadaan ekonomi yang sulit ini, masih terus berjalan,” sambil menekankan peran BAZNAS sebagai penampung amanat‑amanat tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, menyatakan, “Kalau kita mengaku orang Islam, maka kita harus memberikan dukungan kepada saudara‑saudara kita. Palestina bukan hanya orang Muslim saja, tapi urusan kemanusiaan yang lain.”

Bantuan disalurkan tidak hanya melalui Kedutaan Besar, tetapi juga melalui jaringan lembaga sosial lain yang bekerja sama dengan BAZNAS.

Selain itu, BAZNAS sedang menyiapkan dana cadangan strategis khusus yang akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur vital dan pemulihan pasca‑konflik di wilayah Gaza.

Kebutuhan paling mendesak bagi warga Palestina masih berupa makanan, obat‑obatan, dan sarana medis yang dapat mengurangi angka kematian dan penderitaan.

Sodik menegaskan, “Kami bertugas menampung amanat‑amanat tersebut, kemudian kami salurkan,” menegaskan peran aktif BAZNAS dalam penyaluran bantuan.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Al‑Sattari, mengapresiasi solidaritas Indonesia dan menegaskan pentingnya kolaborasi bilateral untuk mengoptimalkan distribusi bantuan ke Gaza yang masih terhambat blokade.

Al‑Sattari menambahkan, “Saya yakin seyakin‑yakinnya bahwa kita dalam waktu dekat akan melaksanakan salat di Masjidil Aqsa Insyaallah. Karena Palestina akan segera merdeka, dan kalian bisa berziarah ke Palestina kapan pun kalian mau,” menutup dengan harapan politik dan spiritual.

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ahrul Tsani, juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS dalam membantu Palestina melalui jalur kemanusiaan.

Ia menegaskan, “Kami di sisi politik juga memberikan bantuan kemanusiaan baik langsung maupun tidak langsung melalui lembaga‑lembaga di bawah naungan PBB. Sementara BAZNAS bersama lembaga‑lembaga lain di jalur bantuan kemanusiaan,” menandai sinergi pemerintah dan lembaga sosial.

Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan terus bersinergi dengan BAZNAS untuk mendukung perjuangan dan bantuan kemanusiaan bagi Palestina.

Penghalang utama dalam penyaluran bantuan ke Gaza masih berupa blokade Israel, yang membuat logistik menjadi sangat menantang.

BAZNAS berupaya mengatasi tantangan tersebut dengan memperluas jaringan distribusi, termasuk kerja sama dengan organisasi internasional.

Respons masyarakat Indonesia terhadap kampanye penggalangan dana terlihat signifikan, dengan ribuan donatur yang menyalurkan dana melalui platform resmi BAZNAS.

Media Kampung melaporkan bahwa antusiasme publik terus meningkat seiring dengan laporan situasi kemanusiaan di Palestina.

Ke depan, BAZNAS berencana menambah alokasi dana untuk program pemulihan jangka panjang, termasuk pendidikan dan rehabilitasi psikologis bagi korban.

Dengan langkah‑langkah tersebut, BAZNAS menegaskan komitmen berkelanjutan dalam membantu Palestina melewati masa krisis, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus berpartisipasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.