Media Kampung – Gua Hira yang terletak di puncak Jabal Nur, Makkah, menjadi saksi bisu peristiwa monumental dalam sejarah Islam: turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap tahun, ribuan jemaah haji dan umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menyempatkan diri menapaki lokasi bersejarah ini untuk merasakan langsung atmosfer spiritual tempat dimulainya risalah kenabian.
Jabal Nur sendiri menjulang sekitar 634 meter di atas permukiman Makkah, sekitar empat kilometer di sebelah timur Masjidil Haram. Dari puncaknya, pemandangan Kota Makkah dan Tower Zamzam Masjidil Haram tampak jelas, menambah kekhusyukan bagi para peziarah yang datang.
Peristiwa Bersejarah di Gua Hira
Pada 17 Ramadan sekitar tahun 610 Masehi, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa Surat Al-Alaq ayat 1-5 di gua tersebut. Riwayat menyebutkan bahwa saat itu Rasulullah SAW mengalami kegelisahan dan ketakutan luar biasa hingga tubuhnya menggigil. Peristiwa ini menjadi titik awal perubahan besar bagi peradaban manusia.
Perjalanan Menuju Gua Hira
Meski jarak dari Masjidil Haram relatif dekat, perjalanan menuju puncak Jabal Nur membutuhkan tenaga dan kesabaran. Kini, jalur tersebut telah ditata lebih baik dengan anak tangga yang rapi dan shelter di beberapa titik. Para jemaah biasanya memanfaatkan waktu perjalanan untuk berzikir dan berselawat.
Salah satu peziarah, Ali Mukti asal Nganjuk, Jawa Timur, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil mencapai Gua Hira. “Innamal a’malu binniyat,” ujarnya mengutip hadis, seraya menambahkan bahwa niat kuat dan memperbanyak selawat menjadi kunci keberhasilannya. Setibanya di gua, Ali dan rombongan melaksanakan salat sunnah dan memanjatkan doa dalam suasana khusyuk dan haru.
Pusat Ziarah Internasional
Gua Hira tidak hanya dikunjungi jemaah Indonesia, tetapi juga peziarah dari Pakistan, India, Bangladesh, Mesir, negara-negara Afrika, hingga Turki. Tempat ini menjadi salah satu destinasi spiritual yang paling dicari di Makkah, selain Masjidil Haram. Bagi umat Islam, menapaki Gua Hira adalah cara untuk mengenang jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW dan memperkuat iman.
Dengan nilai sejarah dan spiritual yang tinggi, Gua Hira tetap menjadi lokasi yang layak dikunjungi bagi siapa pun yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dan merenungkan awal mula turunnya wahyu yang mengubah dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan