Media Kampung – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua diminta tidak memaksakan diri mengikuti Arbain di Madinah. Imbauan ini disampaikan Kepala Sektor 5 Madinah Elfi Ryani kepada Media Center Haji (MCH) di Madinah, Arab Saudi, untuk menjaga kondisi fisik jemaah setelah puncak haji.

Menurut Elfi Ryani, ibadah mengejar Arbain tidak disarankan, khususnya bagi jemaah lansia dan risiko tinggi. Selain itu, kegiatan wisata kota atau city tour tanpa izin resmi juga dilarang. Petugas akan memeriksa kondisi kesehatan jemaah sebelum mengizinkan aktivitas di luar hotel.

Jemaah juga diingatkan mewaspadai cuaca panas Madinah yang berpotensi menyebabkan dehidrasi. Mereka diminta rutin minum air dan vitamin meski tidak merasa haus. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mulai dilaporkan, sehingga pemakaian masker dianjurkan ke mana-mana, bahkan di dalam kamar hotel jika mulai batuk.

Sementara itu, pelayanan penempatan kamar pada gelombang kedua diklaim lebih cepat. Penentuan kamar kini diserahkan penuh kepada otoritas sektor, bukan lagi dari Siskohat. Petugas menempelkan nama jemaah pada setiap pintu kamar hotel sehingga jemaah bisa langsung beristirahat tanpa kebingungan saat tiba.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.