Media KampungPerayaan Iduladha tahun 2026 menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia dengan durasi libur yang bervariasi di tiap negara. Dari dua hari di Indonesia hingga sembilan hari di beberapa negara Timur Tengah, perbedaan ini mencerminkan kebijakan masing-masing pemerintah dalam menyambut hari besar tersebut.

Indonesia menetapkan dua hari libur resmi yang terdiri dari satu hari libur nasional dan satu hari cuti bersama. Sementara itu, Arab Saudi memberikan libur selama empat hari bagi sektor publik dan swasta mulai Hari Arafah pada 26 Mei 2026, dengan karyawan kembali bekerja pada 31 Mei setelah libur akhir pekan.

Turki menetapkan libur Iduladha selama empat setengah hari, mulai 27 Mei hingga 30 Mei, dengan Hari Arafah pada 26 Mei sebagai libur setengah hari dari pukul 13.00 waktu setempat. Di Uni Emirat Arab, pekerja sektor swasta mendapat libur empat hari dari 26 hingga 29 Mei, dan dengan akhir pekan dapat menikmati hingga enam hari libur berturut-turut.

Pegawai sektor publik di UEA memperoleh lima hari libur resmi dari 25 hingga 29 Mei, dengan sebagian bahkan menikmati libur hingga sembilan hari. Bahrain memberikan libur untuk kementerian dan lembaga pemerintah mulai Selasa hingga Jumat, serta cuti kompensasi pada Minggu, 31 Mei, sehingga total libur bisa mencapai enam hari.

Di Oman, libur Iduladha berlangsung mulai 26 hingga 30 Mei untuk pekerja sektor publik dan swasta, dengan aktivitas kerja kembali normal pada 31 Mei. Mesir menetapkan libur nasional selama enam hari mulai 26 hingga 31 Mei untuk pegawai kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan milik negara.

Perbedaan durasi libur ini menunjukkan bagaimana tiap negara menyesuaikan kebijakan dengan tradisi dan kebutuhan masyarakatnya dalam menyambut Iduladha. Kebijakan tersebut juga berdampak pada dinamika sosial dan ekonomi selama masa perayaan di berbagai belahan dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.