Media Kampung – Ribuan umat Muslim berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Rabu, 27 Mei 2026, untuk melaksanakan salat Iduladha yang berlangsung di tengah bayang-bayang konflik yang masih membayangi kawasan Gaza dan Lebanon selatan.
Iduladha merupakan salah satu hari raya penting dalam kalender Islam yang memperingati kesediaan Nabi Ibrahim mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan. Tradisi ini biasanya diwarnai dengan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat kurang mampu sebagai simbol kepedulian sosial.
Namun, perayaan tahun ini terasa berbeda karena situasi di wilayah tersebut yang masih diwarnai ketegangan akibat konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Israel disebut-sebut masih melanggar perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober 2025, sehingga suasana Iduladha di Yerusalem dan sekitarnya penuh dengan kesedihan dan ketidakpastian.
Sementara itu, di desa-desa perbatasan Lebanon selatan seperti Shebaa, Kfarhamam, dan Marj al-Zouhour, konflik juga memberikan dampak besar. Banyak sekolah yang berubah fungsi menjadi tempat penampungan bagi pengungsi yang menghindari serangan yang terus berlanjut. Kondisi ini membuat warga enggan kembali ke rumah mereka meskipun hari raya telah tiba.
Meski dalam kondisi sulit, sebagian warga setempat tetap berusaha mempertahankan tradisi Iduladha dengan membuat kue khas hari raya dan berkumpul bersama keluarga yang tersisa. Wali Kota Kfarhamam, Mouad Rahhal, menyampaikan bahwa Iduladha biasanya menjadi momen untuk memperkuat ikatan keluarga dan kerabat, namun situasi keamanan yang memburuk membuat banyak warga takut untuk kembali ke kampung halaman.
Perayaan Iduladha di tengah konflik ini menggambarkan betapa tradisi keagamaan tetap dijalankan meskipun dalam tekanan perang dan ketidakpastian. Hal ini menunjukkan keteguhan umat Muslim menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus menghadapi realitas yang sulit di wilayah konflik.
Hingga saat ini, kondisi di Gaza dan Lebanon selatan masih belum stabil, dan perayaan Iduladha di Masjid Al-Aqsa menjadi simbol harapan di tengah perjuangan dan ketegangan yang terus berlangsung. Umat Muslim di wilayah tersebut terus berdoa agar kedamaian segera terwujud dan kondisi kembali pulih.
Perayaan Iduladha di Masjid Al-Aqsa kali ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga mencerminkan semangat ketahanan sosial dan keagamaan di tengah situasi yang penuh tantangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan