Media Kampung – Presiden Joko Widodo dijadwalkan menunaikan salat Idul Adha di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada Rabu, 27 Mei 2026. Dalam pelaksanaan salat hari raya tersebut, Jokowi akan berbaur bersama jamaah lain di saf reguler, bukan di saf khusus pejabat atau tamu istimewa.

Pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini berlangsung serentak di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Solo yang menjadi pusat perhatian karena kehadiran kepala negara. Kementerian Agama telah menetapkan tanggal pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2026, dengan tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan” yang juga menjadi fokus khutbah pada hari raya tersebut.

Salat Idul Adha di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dilaksanakan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, sesuai dengan anjuran sunnah untuk menyegerakan pelaksanaan salat agar jamaah memiliki waktu cukup untuk menyembelih hewan kurban setelahnya. Keputusan Jokowi untuk ikut berbaur bersama jamaah umum menunjukkan sikap kesederhanaan dan kebersamaan dalam merayakan momen keagamaan terbesar umat Islam ini.

Tradisi salat Idul Adha menekankan pentingnya ibadah berjamaah dan kebersamaan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Salat Idul Adha sendiri terdiri dari dua rakaat dengan jumlah takbir yang berbeda dari salat biasa, yakni tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua. Pelaksanaan salat ini disunnahkan dilakukan di tempat lapang, namun jika kondisi tidak memungkinkan, masjid menjadi alternatif utama.

Kehadiran Presiden Jokowi di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menjadi momen penting sekaligus inspirasi bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan semangat berkurban yang tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menebar kebaikan dan kebahagiaan bagi sesama. Dalam perayaan Idul Adha sebelumnya di Masjid Istiqlal Jakarta, Jokowi juga pernah menyampaikan bahwa berkurban berarti menebar kebaikan sebanyak-banyaknya kepada lingkungan sekitar.

Pihak pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo telah menyiapkan protokol dan aturan ketat untuk kelancaran pelaksanaan salat Idul Adha, termasuk pengaturan saf dan akses masuk agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan khusyuk. Hal ini sejalan dengan standar pelaksanaan salat Idul Adha di berbagai masjid besar di Indonesia, yang mengedepankan kenyamanan dan keamanan jamaah.

Perayaan Idul Adha tahun ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan, sejalan dengan tema yang diusung Kementerian Agama. Ibadah kurban tidak hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi sebagai bentuk nyata dalam merawat alam dan memperkuat nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

Dengan kehadiran Presiden Jokowi di tengah jamaah reguler, diharapkan semangat kebersamaan dan kesederhanaan dalam beribadah dapat tersampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Ini menjadi simbol bahwa hari raya Idul Adha adalah momen yang menyatukan umat tanpa membedakan status sosial.

Pelaksanaan salat Idul Adha yang akan dipimpin oleh imam setempat di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo diharapkan berjalan lancar dan diikuti dengan khotbah yang mengangkat tema kurban dan kepedulian sosial. Jamaah pun diimbau untuk datang lebih awal agar dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan tertib.

Seiring berjalannya waktu, informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan Idul Adha di berbagai wilayah akan terus diperbarui oleh pihak terkait. Namun, fokus utama saat ini adalah menyambut hari raya dengan penuh makna dan semangat berbagi yang tinggi, sebagaimana dicontohkan oleh Presiden Jokowi dalam pelaksanaan salat Idul Adha di Solo.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.