Media Kampung – Shakira, penyanyi asal Kolombia, membeberkan tantangan besar dalam menciptakan lagu anthem untuk ajang Piala Dunia. Menurutnya, lagu tersebut harus mampu merepresentasikan emosi, semangat, dan perasaan masyarakat dari berbagai budaya di seluruh dunia. Pengalaman menciptakan ‘Waka Waka (This Time for Africa)’ bersama Freshlyground untuk Piala Dunia 2010 memberinya pemahaman mendalam tentang pentingnya karya yang diterima lintas negara.
“Tanggung jawab besar dalam membuat lagu Piala Dunia adalah menghadirkan karya yang mewakili perasaan, emosi, dan semangat banyak orang,” ujar Shakira dalam keterangan resmi yang diterima Media Kampung, Jumat, 12 Juni 2026. Ia menekankan bahwa sebuah lagu anthem harus memiliki karakter global karena ditujukan kepada masyarakat dari beragam latar belakang. Proses penciptaan lagu tersebut menuntut pemahaman terhadap banyak budaya dalam satu komposisi musikal.
Pemilik lagu ‘Hips Don’t Lie’ itu mengatakan pengalaman tersebut membantunya menciptakan lagu-lagu bertema persatuan pada berbagai kesempatan. Ia menambahkan bahwa musik memiliki kemampuan menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan budaya maupun bahasa. Menurutnya, lagu Piala Dunia yang baik wajib memiliki ritme kuat dan mudah diikuti pendengar agar masyarakat terdorong untuk bernyanyi serta menari bersama.
“Sebuah lagu anthem harus membuat orang ingin bernyanyi bersama dengan penuh semangat dan energi yang kuat,” ucapnya. Selain ritme, ia menekankan pentingnya hook atau bagian lagu yang mampu menarik perhatian sejak awal. Kebiasaan pendengar modern membuat musisi harus menghadirkan kesan kuat dalam beberapa detik pertama.
Penyanyi Kolombia lainnya, J Balvin, menyoroti pentingnya hook dalam sebuah lagu yang ditujukan untuk menjangkau pendengar global. Menurutnya, bagian pembuka memiliki peran besar dalam menentukan ketertarikan audiens terhadap sebuah karya musik. J Balvin menjadi salah satu dari empat penyanyi yang terlibat dalam lagu resmi Coca-Cola untuk FIFA Piala Dunia 2026, yang merupakan aransemen ulang dari ‘Jump’.
“Setiap lagu harus mampu menarik perhatian pendengar sejak awal karena waktu mereka sangat terbatas saat ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tantangan industri musik modern terletak pada semakin singkatnya rentang perhatian masyarakat ketika mendengarkan lagu.














