Media Kampung – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang melaporkan bahwa sebanyak 62 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti beroperasi. Penghentian ini terjadi karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih menunggu pencairan anggaran dari BGN Pusat.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, menyatakan bahwa total ada 62 SPPG yang berhenti beroperasi. “Mereka akan beroperasi bila anggarannya telah cair,” ujarnya pada Kamis, 11 Juni 2026. Penghentian operasional ini sudah berlangsung selama satu pekan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Priyo menjelaskan bahwa sebagian besar SPPG yang berhenti disebabkan oleh anggaran yang belum turun. Sementara itu, SPPG yang baru akan tetap berjalan. Pemulihan operasional dapur MBG akan dilakukan setelah dana operasional dikirim ke masing-masing SPPG oleh BGN Pusat.
Kabupaten Tangerang memiliki total 295 SPPG dengan cakupan 750.220 penerima manfaat. Anggaran program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto ini diatur berdasarkan keputusan Kepala BGN terkait petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan MBG. Nilai Rp6 juta per hari diperoleh dari estimasi biaya fasilitas sewa lahan, bangunan dapur, gudang, alat masak modern, dan lain-lain sebesar Rp2.000 per porsi dikalikan kapasitas layanan maksimal 3.000 penerima manfaat. Insentif diberikan selama 313 hari dalam setahun dan dibayarkan maksimal setiap dua pekan operasional.
Sebelumnya, BGN juga telah membekukan 41 SPPG di Kota Tangerang Selatan. Dari total 131 dapur MBG di kota tersebut, 109 dapur masih beroperasi aktif, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan. Koordinator Wilayah BGN Kota Tangsel, Nindy Sabrina, mengonfirmasi bahwa 41 SPPG telah diskors atau dihentikan sementara.













