Media Kampung – Jakarta – Jaecoo J7 SHS membuktikan bahwa SUV plug-in hybrid ini sulit dibuat boros, bahkan saat dikemudikan secara agresif. Dalam pengujian yang dilakukan Media Kampung di rute perkotaan Jakarta dan sekitarnya, konsumsi bahan bakar mencapai 23,3 kilometer per liter meski sering diajak akselerasi spontan.

Teknologi Super Hybrid System (SHS) menjadi kunci efisiensi tersebut. Sistem ini secara adaptif mengatur kerja mesin bensin 1.500 cc turbo dan motor listrik sehingga energi tetap terkendali. Mesin bensin menghasilkan 141 dk dan torsi 215 Nm, sementara motor listrik menyumbang 210 dk dan torsi 310 Nm. Total tenaga sistem mencapai 341 dk dengan torsi 525 Nm, disalurkan ke roda depan melalui transmisi DHT.

Baca juga:

Pengujian dilakukan di rute SCBD–Lebak Bulus–Ciputat–Senayan–Sentul–Bogor–Fatmawati sejauh 242 km dengan lalu lintas padat. Baterai awal 70 persen, dan pengemudi tidak menerapkan eco driving. Beberapa kali akselerasi agresif dilakukan di jalan lengang untuk menguji respons torsi instan. Hasilnya, MID menunjukkan angka 23,3 km/l, yang tergolong sangat efisien untuk kondisi tersebut.

Jaecoo J7 SHS menawarkan tiga mode berkendara: EV, EV, dan HEV. Pada mode HEV, sistem otomatis memilih sumber tenaga terbaik. Baterai 18,3 kWh dapat diisi cepat DC hingga 45 kW; dari 27 persen ke penuh memakan waktu 44 menit dengan biaya Rp37.562. Tangki bensin 60 liter menggunakan minimal RON 92.

Baca juga:

Selain efisien, SUV ini dibekali fitur melimpah. Layar sentuh vertikal 14,8 inci, jok depan elektrik dengan ventilasi dan pemanas, wireless charger 50 watt berpendingin, panoramic sunroof, dan audio premium Sony. Fitur keselamatan ADAS meliputi Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Detection, dan Autonomous Emergency Braking.

Jaecoo J7 SHS dibanderol Rp499,9 juta, sementara varian AWD 1.600 cc turbo seharga Rp549,9 juta. Dengan efisiensi yang tetap terjaga meski dikemudikan agresif, teknologi SHS membuktikan diri bukan sekadar klaim pemasaran.

Baca juga: