Media Kampung – PT Phapros Tbk. (PEHA) mengalami tren pemulihan kinerja yang signifikan, dengan posisi Price to Earning Ratio (PE) yang kini berada di bawah 10 kali. Hal ini menjadikan saham PEHA menarik untuk para investor, terutama di sektor farmasi.

Kinerja Keuangan yang Meningkat

Dalam laporan keuangan semester I 2026, laba bersih PEHA melonjak sebanyak 541% menjadi Rp15,29 miliar. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan, perbaikan margin kotor, serta pemulihan pendapatan lain-lain, di samping penurunan beban keuangan. Segmen obat Over the Counter (OTC) menjadi pendorong utama dengan kenaikan penjualan sebesar 16,3%.

Rincian Pertumbuhan Penjualan

Pada semester ini, PEHA mencatatkan kenaikan penjualan total sebesar 5,37% menjadi Rp482,85 miliar. Segmen OTC mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan, sementara obat generik berlogo tetap menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai Rp261,62 miliar, tumbuh sebesar 5,46%.

Peningkatan Margin Kotor

Margin kotor perusahaan juga menunjukkan tren positif, meningkat menjadi 50,43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 47,96%. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan margin kotor di kedua segmen utama, OTC dan obat generik berlogo.

Pemulihan Pendapatan Lain-lain

Pendapatan lain-lain juga menunjukkan pemulihan, dengan catatan positif sebesar Rp250,03 juta, berbanding terbalik dengan kerugian Rp3,76 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan adanya pemulihan piutang usaha dan pendapatan sewa yang tidak tercatat sebelumnya.

Prospek ke Depan

Meskipun PEHA telah menunjukkan kinerja yang baik, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan di atas 20% untuk semester II 2026. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan percepatan kinerja di berbagai segmen produk.