Media Kampung – Haji Isam telah melakukan akuisisi 10 miliar lembar saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dengan nilai total Rp26,1 triliun. Transaksi ini melibatkan jaminan gadai saham dari PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Dalam transaksi ini, terdapat berbagai risiko yang perlu diperhatikan, baik untuk saham-saham yang diagunkan maupun untuk Bank Mandiri sendiri. Semua analisis yang disajikan di sini adalah dalam bentuk simulasi yang mendekati realita best practice yang ada, tetapi pada akhirnya akan tergantung pada kesepakatan pinjaman antara Haji Isam dan Bank Mandiri.

Key Takeaways

  • Jaminan yang besar tidak selalu menjamin keamanan. Dengan asumsi pinjaman senilai Rp26,1 triliun dan nilai pasar jaminan JARR dan PGUN mencapai Rp75,94 triliun, loan-to-value (LTV) awal adalah sekitar 34,37%.
  • Setelah pengurangan nilai (haircut) sebesar 50%, coverage agunan yang diakui menjadi 145,48%. Penurunan harga saham dapat memicu kebutuhan akan agunan tambahan.
  • Jika harga JARR turun menjadi Rp3.065 dan PGUN menjadi Rp8.199 secara bersamaan, diperlukan tambahan agunan tunai sekitar Rp3,55 triliun atau pelunasan sebagian utang senilai Rp2,73 triliun.
  • Risiko terkait JARR dan PGUN berbeda. Jika jaminan dieksekusi, JARR dan PGUN menghadapi tekanan jual, sementara BMRI berisiko mengalami kerugian kredit jika pemulihan agunan tidak mencukupi.

Dalam transaksi ini, Haji Isam melalui PT Eshan Agro Sentosa menggadaikan saham JARR sebanyak 7,99 miliar lembar dengan nilai total setara Rp27,43 triliun. Eshan Agro Sentosa merupakan pengendali JARR dengan kepemilikan sebesar 86 persen.

Selain itu, Haji Isam juga menggadaikan saham PGUN melalui PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada. Jumlah total saham PGUN yang digadaikan mencapai Rp48 triliun. Dengan asumsi total pinjaman mencapai seluruh nilai transaksi akuisisi BYAN, loan-to-value-nya sekitar 34,37 persen.

PGUN menyumbang 63,91 persen dari nilai jaminan, sehingga pergerakan harga sahamnya sangat berpengaruh terhadap risiko keseluruhan.