Media Kampung – PT Platinum Wahab Nusantara Tbk. (TGUK) telah mengalami perubahan signifikan dalam model bisnisnya, bertransformasi dari bisnis minuman ke perdagangan daging setelah akuisisi yang dilakukan oleh Visionary Capital Global. Dengan akuisisi ini, Visionary Capital Global menguasai 56,84 persen saham TGUK senilai Rp40,6 miliar, dan mengubah fokus perusahaan untuk memanfaatkan potensi pasar daging.
Performa Keuangan dan Prospek Bisnis
Pada semester I 2026, TGUK melaporkan pendapatan mencapai Rp327 miliar dengan laba bersih sebesar Rp2,5 miliar. Namun, margin laba kotor dari bisnis daging hanya sekitar 5,03 persen, dan piutang usaha meningkat menjadi Rp94 miliar. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan perusahaan untuk mengkonversi penjualan menjadi kas, serta keberlanjutan pertumbuhan di masa mendatang.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
- Volatilitas harga saham dengan estimasi harga mandatory tender offer sekitar Rp65 per saham.
- Kenaikan piutang yang dapat mempengaruhi likuiditas perusahaan.
- Margin laba yang tipis dalam bisnis daging yang sangat kompetitif.
Sejarah Perusahaan dan Perubahan Strategis
Sebelumnya, TGUK adalah emiten yang berfokus pada gerai minuman, bahkan sempat melakukan ekspansi ke luar negeri. Namun, setelah IPO, tren bisnisnya mengalami penurunan yang signifikan. Pertanyaan muncul mengenai penggunaan dana IPO untuk pengembangan bisnis dan bagaimana perusahaan beradaptasi dengan perubahan pasar.
Profil Visionary Capital Global
Visionary Capital Global, yang kini menjadi pengendali TGUK, dipimpin oleh Janni yang memiliki 85 persen saham perusahaan. Janni dikenal sebagai pengusaha senior dalam industri peternakan dan perdagangan daging di Indonesia. Sebelumnya, ia juga terlibat dalam PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF).
Kesimpulan
Transformasi TGUK ke bisnis daging menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Kinerja keuangan yang ditunjukkan pada semester I 2026 memberikan indikasi awal tentang potensi pertumbuhan, tetapi risiko yang ada juga harus dikelola dengan cermat. Kinerja tahun 2027 akan menjadi periode penting untuk menilai keberhasilan strategi baru ini.














