Media Kampung – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan signifikan terkait batas auto rejection bawah (ARB) untuk saham yang diperdagangkan. Mulai 19 Oktober 2026, batas ARB akan diubah menjadi asimetris sebesar -7 untuk saham dengan harga di atas Rp10. Kebijakan ini diambil setelah IHSG mengalami koreksi tajam hingga -14,8% dalam dua hari perdagangan terakhir, menyusul pengumuman MSCI mengenai usulan downgrade klasifikasi Indonesia menjadi standalone market.
Penjelasan Terkait Perubahan ARB
BEI menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi investor untuk lebih mendalami dan mencerna informasi yang tersedia, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih baik berdasarkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Keputusan ini diambil hanya beberapa minggu setelah perubahan klasifikasi dan batas ARB pada 28 September 2026.
Kecualikan Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI, juga menyatakan bahwa pergerakan saham yang termasuk dalam daftar high shareholding concentration (HSC) tidak akan lagi diperhitungkan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG). Meskipun saham-saham dalam daftar HSC tetap dapat diperdagangkan, namun perubahan harga mereka tidak akan memengaruhi pergerakan IHSG. Ini diharapkan dapat memberikan indeks harga yang lebih kredibel dan berintegritas.
Implikasi dan Kesempatan bagi Investor
Meski sentimen negatif di pasar mungkin masih berlanjut dalam jangka pendek, koreksi yang tajam ini dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi saham. Ada beberapa saham yang dianggap memiliki fundamental yang solid dan rutin membagikan dividen dengan yield tinggi.
- Dividend yield 6: Saham yang menawarkan dividend yield setidaknya 6, berdasarkan dividen per saham dari tahun buku terakhir.
- Net cash: Emiten dengan posisi net cash, yang memberikan buffer bagi dividend payout ratio.
- Eksposur terbatas terhadap investor asing: Saham dengan kepemilikan asing yang relatif rendah terhadap total market cap.
- Earnings sustainability: Penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor kuantitatif di atas.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pasar modal Indonesia dapat pulih dan memberikan kepercayaan lebih bagi para investor.













