Media Kampung, Karawang – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, turun tangan membantu biaya pengobatan dan proses kepulangan MAM, balita berusia tiga tahun yang menjadi korban penganiayaan oleh teman bermainnya di Kecamatan Kotabaru. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Aep menyatakan bahwa pihaknya akan menanggung seluruh biaya perawatan yang mencapai Rp14 juta akibat keterbatasan ekonomi yang dialami keluarga korban.

“Alhamdulillah malam ini sudah bisa pulang ke rumah. Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolres dan Bu Kasat PPA untuk ikut mengawal,” ujar Aep. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini karena merasa prihatin atas musibah yang menimpa MAM. “Kita ngawal banget, karena memang kita amat prihatin dan mohon maaf ya karena latar belakangnya kurang mampu,” imbuhnya.

Menanggapi pemicu penganiayaan, Aep menyebut tindakan tersebut diduga akibat pengaruh tontonan gawai tanpa pengawasan orang tua. “Ini akibat sebetulnya, mungkin nonton-nonton di HP tanpa pengawasan. Makanya, peran orang tua sangat penting,” ungkapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Aep berencana menerbitkan surat edaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia juga mengimbau agar orang tua tidak sepenuhnya menggantungkan pengawasan anak kepada pihak sekolah. Menurutnya, peran guru hanya terbatas pada penyampaian imbauan dan edukasi, sedangkan pengawasan utama tetap berada di tangan orang tua.

Dalam kesempatan terpisah, ibu korban, A, menyampaikan rasa syukurnya atas kepulangan anaknya. “Terima kasih kepada Bapak Bupati Karawang dan Bapak Polresta Karawang atas bantuannya. Alhamdulillah dari awal sampai akhir sekarang Dede sudah boleh pulang dari rumah sakit, sudah ada di rumah. Terima kasih banyak. Sekarang Dede sudah bisa pulang,” serunya.