Media KampungCorinthians mengalami kekalahan dramatis dan tersingkir dari Copa Libertadores 2026 setelah kalah dari Estudiantes de La Plata dengan agregat 2-1. Kekalahan ini memicu reaksi keras dari fans dan legenda klub, terutama menyangkut kegagalan penalti Memphis Depay yang menjadi titik balik pertandingan.

Dalam laga perempat final yang berlangsung di Brasil, Memphis Depay gagal mengeksekusi penalti pada menit-menit akhir, ketika skor masih 0-1, sehingga peluang Corinthians untuk menyamakan kedudukan dan melaju ke babak semifinal hilang. Kekecewaan fans begitu terasa, dengan aksi vandalisme berupa coretan graffiti di sekitar stadion yang menuntut sang striker segera hengkang.

Baca juga:

Legenda klub Neto secara terbuka mengkritik keras Memphis Depay. Ia menilai kegagalan penalti tersebut adalah yang terburuk dalam sejarah Corinthians dan menganggap pemain asal Belanda itu lebih mementingkan diri sendiri daripada klub. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang terjadi di dalam klub dan di antara pendukungnya.

Selain masalah di lapangan, Corinthians juga menghadapi kesulitan finansial yang signifikan. Marcelo Paz, eksekutif klub, mengonfirmasi bahwa klub mengalami masalah pembayaran gaji dan tidak memiliki rencana untuk segera membayar sanksi larangan transfer dari FIFA. Fokus utama klub saat ini adalah menyelesaikan tunggakan gaji pemain dan staf, dengan situasi keuangan yang mempengaruhi performa tim di kompetisi domestik maupun internasional.

Baca juga:

Corinthians telah melakukan beberapa perekrutan pemain secara gratis untuk mengatasi keterbatasan skuad akibat larangan transfer. Namun, kondisi ini tetap menjadi tantangan besar dalam menjaga konsistensi dan daya saing tim. Pelatih Fernando Diniz dipastikan tetap memimpin tim meski hasil kurang memuaskan di Copa Libertadores dan kompetisi lainnya.

Kekalahan dari Estudiantes sekaligus mengakhiri perjalanan Corinthians di Copa Libertadores musim ini, sementara tim asal Argentina tersebut melaju ke semifinal untuk pertama kali dalam 17 tahun. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi Corinthians untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi manajemen, keuangan, maupun performa pemain, guna mempersiapkan musim berikutnya dengan lebih baik.

Baca juga:

Situasi ini juga memberikan gambaran bahwa klub besar seperti Corinthians tidak kebal terhadap masalah internal dan eksternal yang dapat menghambat prestasi. Dukungan dan pengertian dari fans tetap penting, namun klub harus mampu menunjukkan perbaikan nyata agar kepercayaan kembali tumbuh dan hasil positif dapat diraih di masa depan.