Media Kampung – LDU Quito harus mengakhiri perjalanan mereka di Copa Libertadores 2026 setelah kalah dari Palmeiras dalam babak perempat final yang berlangsung ketat dan ditentukan lewat adu penalti di Stadion Rodrigo Paz Delgado, Quito.
Dalam pertandingan yang penuh drama ini, Palmeiras unggul lebih dulu dengan gol cepat dari Marlon Freitas pada menit ke-10. Keunggulan diperbesar lewat penalti Vitor Roque di menit ke-72, yang diberikan setelah Richard Mina melakukan handball. Namun, LDU Quito tidak menyerah dan memperlihatkan ketangguhan dengan membalikkan keadaan melalui dua gol cepat Estrada di menit-menit akhir pertandingan, termasuk gol penentu menit-menit akhir, yang membawa skor menjadi 2-2 dan memaksa laga ke adu penalti.
Pada babak tos-tosan, meski LDU berhasil menyamakan skor dalam waktu normal, Palmeiras keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 berkat dua penyelamatan kunci dari kiper Carlos Miguel. Hasil ini memastikan Palmeiras melaju ke semifinal Copa Libertadores, sementara LDU harus mengakhiri kiprah mereka di turnamen.
Selain pertandingan, pertandingan ini juga diwarnai oleh insiden kartu merah terhadap pelatih Palmeiras, Abel Ferreira, yang menerima kartu merah langsung pada menit ke-65 karena protes keras terhadap keputusan wasit Wilmar Roldán. Abel dipastikan menjalani skorsing satu pertandingan otomatis dan berpotensi mendapatkan sanksi tambahan tergantung hasil investigasi Conmebol.
Performa LDU Quito di kandang tetap menjadi sorotan positif, mengingat sejak 2009 hingga 2026, Palmeiras belum pernah menang di kandang LDU dalam Copa Libertadores. Meski kalah dalam adu penalti, LDU berhasil mempertahankan catatan positif sebagai tuan rumah dan menunjukkan kualitas yang mampu menyaingi tim-tim besar Amerika Selatan.
Sementara itu, reaksi dari media dan suporter juga mencerminkan rivalitas yang kuat, terutama dari fans Barcelona SC yang mengejek LDU setelah eliminasi, meskipun secara prestasi LDU lebih jauh dalam kompetisi musim ini dibanding Barcelona SC yang tersingkir di fase grup.
Palmeiras akan menghadapi Fluminense di semifinal, yang sudah lebih dulu memastikan tempatnya setelah menang atas Vasco da Gama. Laga semifinal akan digelar dengan pertandingan pertama di Maracanã dan leg kedua di Nubank Parque.
Kejadian ini menegaskan betapa sengit dan kompetitifnya Copa Libertadores, di mana setiap pertandingan bisa berakhir dengan kejutan dan drama tinggi, terutama saat menghadapi tim-tim dengan tradisi kuat di turnamen ini seperti LDU Quito dan Palmeiras.












Tinggalkan Balasan