Media Kampung – Pertempuran antara kelompok pemberontak Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali meningkat dengan intensitas tinggi, menewaskan sedikitnya 63 orang dalam 24 jam terakhir. Konflik ini menandai eskalasi signifikan dalam perang saudara yang telah berlangsung lama di Yaman.
Fakta Utama Pertempuran
<pMenurut laporan, 23 tentara pemerintah Yaman tewas akibat serangan rudal dan drone yang dilancarkan oleh kelompok Houthi di dua provinsi barat daya Yaman. Di sisi lain, sumber militer Houthi menyatakan bahwa 40 anggotanya tewas akibat serangan udara dari Arab Saudi dan pertempuran darat yang sedang berlangsung.
Latar Belakang Konflik
Perang saudara di Yaman relatif mereda sejak 2022, namun ketegangan kembali meningkat sejak Juli 2026. Kelompok Houthi telah memperluas kendali wilayahnya hingga mencakup seluruh garis pantai Yaman di Laut Merah serta kawasan strategis Selat Bab al-Mandab, jalur penting perdagangan dan ekspor minyak.
Serangan dan Respons
Houthi juga melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi. Pada 16 September, kelompok ini mengklaim pesawat tempur Saudi melakukan 40 serangan udara dalam 24 jam ke wilayah Taiz, Marib, dan Hodeidah. Saudi menuduh Houthi menargetkan wilayah Makkah dengan drone, tuduhan yang dibantah oleh Houthi.
Insiden terbaru melibatkan pecahan drone yang dicegat jatuh di wilayah Taif, sebelah timur Makkah, menewaskan satu warga negara Yaman dan melukai dua lainnya, menurut Badan Pertahanan Sipil Saudi.
Peran Internasional
Di tengah eskalasi, Amerika Serikat dilaporkan telah bertemu dengan perwakilan Houthi di Oman. Houthi menyatakan komitmen untuk tidak menyerang kapal AS dan menghormati gencatan senjata yang disepakati pada 2025, meskipun tetap menargetkan kapal terkait Arab Saudi.
Dampak dan Perkembangan
Penguasaan wilayah strategis oleh Houthi dan peningkatan serangan menimbulkan kekhawatiran keamanan regional, terutama terkait jalur perdagangan minyak di Selat Bab al-Mandab. Konflik ini berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan yang telah parah di Yaman dan mengganggu stabilitas kawasan.












Tinggalkan Balasan