Media Kampung – Kylian Mbappe menjadi sorotan setelah memilih untuk menggulung kaus dukungan terhadap penduduk Ceuta, sebuah wilayah Spanyol yang sedang menghadapi krisis migran besar-besaran. Tindakan ini berbeda dengan mayoritas rekan setimnya di Real Madrid yang mengenakan kaus tersebut secara penuh sebagai bentuk solidaritas.
Mbappe, bersama Vinicius Jr dan Ibrahima Konate, adalah tiga pemain yang menggulung kaus tersebut sebelum pertandingan, sehingga sebagian pesan dukungan terhadap Ceuta tidak terlihat jelas. Langkah ini memicu perdebatan dan mengindikasikan adanya perbedaan pandangan di antara pemain Real Madrid terkait isu tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan media AS, Mbappe menjelaskan bahwa penggunaan kaus tersebut adalah keputusan klub yang harus diikuti oleh para pemain. Namun, Mbappe menegaskan bahwa dirinya tetap berdiri dalam solidaritas penuh dengan penduduk Ceuta dan para korban krisis migran.
“Sebelum saya menjadi pemain, saya adalah manusia,” ujar Mbappe. Ia juga menyatakan keinginannya untuk menunjukkan empati terhadap para imigran yang kehilangan nyawa dan hidup dalam kondisi sulit di wilayah tersebut. Meski memilih menggulung kaus, Mbappe menegaskan bahwa tindakannya bukanlah bentuk penolakan terhadap warga Ceuta.
Krisis migran di Ceuta sendiri menjadi sorotan internasional setelah gelombang imigran yang masuk secara besar-besaran ke wilayah eksklaf Spanyol tersebut. Peristiwa ini memunculkan ketegangan politik dan sosial antara Spanyol dan Maroko, yang berada di balik wilayah tersebut.
Sementara itu, di sisi lain, politik di Maroko juga sedang mengalami dinamika menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23 September 2026. Isu-isu seperti pengangguran pemuda dan kondisi ekonomi menjadi fokus utama kampanye partai-partai politik, yang berusaha menarik dukungan pemilih muda setelah kerusuhan dan lonjakan migrasi yang terjadi di Ceuta tahun sebelumnya.
Peristiwa ini menunjukkan betapa krisis migran di Ceuta tidak hanya menjadi masalah kemanusiaan, tetapi juga berdampak luas pada politik dan hubungan bilateral di wilayah tersebut.













Tinggalkan Balasan