Media Kampung – Presiden La Liga, Javier Tebas, mengkritik keras tiga pemain bintang Real Madrid, termasuk Kylian Mbappe, terkait cara mereka mengenakan kaos dukungan untuk masyarakat Ceuta. Hal ini terjadi dalam pertandingan La Liga melawan Elche pada 15 September 2026 yang dimenangkan Real Madrid dengan skor 3-2.
Mbappe, bersama Vinicius Junior dan Ibrahima Konate, mengenakan kaos bertuliskan “we are all Ceutans” dengan cara digulung sebagian sehingga sebagian pesan dukungan tertutup. Tebas menilai tindakan tersebut sama saja dengan tidak mengenakan kaos tersebut secara benar dan menyatakan bahwa hal itu sangat buruk.
Inisiatif penggunaan kaos dukungan ini berasal dari kelompok pengusaha wilayah Valencia dan bukan bagian dari kampanye politik La Liga. Kaos ini diperuntukkan untuk memberikan dukungan kepada warga Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara, yang tengah menghadapi krisis migrasi besar-besaran sejak akhir Juli 2026 akibat gelombang migran dari Maroko. Puluhan ribu migran tiba dalam waktu singkat, meskipun sebagian besar kembali, beberapa ribu masih bertahan di sana.
Presiden kelompok suporter Real Madrid di Ceuta, Miguel Angel Montano, menyatakan kekecewaannya atas cara ketiga pemain Real Madrid mengenakan kaos tersebut karena menutupi pesan dukungan yang penting bagi komunitas mereka.
Selain Real Madrid, beberapa klub lain di La Liga juga mengenakan kaos dukungan tersebut dalam pertandingan mereka, seperti Villarreal dan Levante. Namun, Barcelona memilih untuk tidak mengenakannya saat menghadapi Levante. Kontroversi ini menambah dinamika di tengah situasi ketegangan yang sedang melanda Ceuta.
Kasus ini menjadi sorotan penting karena melibatkan pemain-pemain terkenal yang seharusnya dapat menunjukkan solidaritas dalam isu kemanusiaan yang sensitif. Kritik Tebas menegaskan pentingnya sikap yang tepat dalam mendukung komunitas yang tengah mengalami krisis.













Tinggalkan Balasan