Media Kampung, Parepare – Pada tanggal 8 September 2026, PLN menjadwalkan pemadaman listrik bergilir di wilayah Parepare mulai pukul 09.00 hingga sekitar 21.30 WITA. Penangguhan aliran listrik ini bersifat sementara dan dapat berubah tergantung kondisi jaringan. Bersamaan dengan pemadaman, banyak layanan yang mengandalkan internet juga akan terganggu, sehingga warga perlu mempersiapkan diri menghadapi situasi mati listrik sekaligus mati internet.

Gangguan listrik tidak hanya memengaruhi penerangan, tetapi juga menghambat penggunaan perangkat elektronik, transaksi digital, serta akses informasi melalui media sosial dan layanan streaming. Namun, beberapa alternatif seperti radio, peta fisik, dan GPS tetap berfungsi tanpa koneksi internet. Berikut langkah-langkah praktis yang dapat membantu masyarakat Parepare tetap produktif dan aman selama pemadaman.

Baca juga:
  • Siapkan daya cadangan: Isi penuh power bank, baterai eksternal, atau generator kecil untuk mengisi daya ponsel, lampu LED, dan perangkat penting lainnya.
  • Bawa uang tunai: Karena layanan pembayaran digital dapat terhenti, persiapkan uang tunai secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Buat emergency kit: Sertakan senter, baterai cadangan, radio AM/FM, obat-obatan pribadi, dan makanan ringan tahan lama.
  • Rencanakan komunikasi keluarga: Tentukan titik pertemuan atau grup chat offline (misalnya via SMS) untuk memastikan semua anggota keluarga dapat berhubungan.
  • Gunakan radio sebagai sumber informasi: Radio tetap menerima siaran berita resmi dan peringatan dari otoritas meski internet tidak tersedia.
  • Manfaatkan GPS dan peta fisik: GPS satelit tetap berfungsi tanpa internet, sehingga navigasi kendaraan atau berjalan kaki tetap akurat.
  • Ikuti instruksi resmi: Pantau pengumuman PLN melalui radio atau media lokal, dan patuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.

Dengan persiapan yang tepat, dampak mati listrik dan internet dapat diminimalisir, memungkinkan warga Parepare tetap terinformasi, aman, dan produktif hingga layanan listrik kembali normal.

Baca juga:
Baca juga: