Media Kampung, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) mengambil langkah strategis dengan mendatangkan dua kapal baru, KMP Jatra I dan KMP Portlink 0, untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di jalur Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Langkah ini bertujuan mempercepat pergerakan kendaraan serta menjaga kelancaran konektivitas antara Jawa dan Bali.
Pengiriman kedua kapal tersebut dilakukan pada awal September 2026 dengan jadwal keberangkatan dari Tanjung Wangi pada 5 September dan tiba di Banyuwangi pada 8 September 2026. Setelah tiba, KMP Jatra I akan memperkuat layanan pada rute Ketapang-Gilimanuk, sementara KMP Portlink 0 akan melayani rute Tanjung Wangi-Lembar dengan Pelabuhan Gili Mas. Penataan ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi jaringan lintasan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mengurangi tekanan pada jalur utama Ketapang-Gilimanuk.
Langkah Operasional dalam Mengurai Kemacetan
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang berdampak langsung pada waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa. Oleh karena itu, ASDP terus melakukan berbagai langkah mitigasi secara dinamis, mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, dan aspek keselamatan pelayaran.
“Kami terus menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan dengan penggerakan armada agar pergerakan kendaraan dapat terurai lebih cepat tanpa mengabaikan keselamatan dan kualitas pelayanan,” ujarnya pada 6 September 2026.
Kondisi Antrean Kendaraan dan Pergerakan Penumpang
Berdasarkan pemantauan pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di jalur Ketapang mencapai sekitar 3 kilometer, dengan titik ekor antrean di Terminal Sri Tanjung. Sedangkan di sisi Gilimanuk, antrean tercatat sepanjang 1,6 kilometer sampai di sekitar Masjid Gilimanuk.
Volume penumpang dan kendaraan selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026 juga menunjukkan tingginya aktivitas penyeberangan. Sebanyak 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan berhasil diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang, sementara dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan.
Optimalisasi Pola Operasi dan Koordinasi Pengaturan Arus
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa ASDP bersama regulator KSOP dan BPTD mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi hingga delapan trip per hari. Evaluasi berkala juga dilakukan agar seluruh kapasitas armada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
ASDP juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait pengaturan arus kendaraan menuju dan keluar pelabuhan agar pergerakan berjalan tertib dan aman. Pengguna jasa diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan memiliki tiket sebelum tiba, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Imbauan kepada Pengguna Jasa
- Rencanakan perjalanan dengan matang.
- Pastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan.
- Ikuti arahan petugas untuk kelancaran dan keselamatan.
- Jaga ketertiban di area pelabuhan dan jalur akses.
Dengan penambahan armada dan pengaturan operasional yang lebih optimal, ASDP berharap kemacetan di jalur Pelabuhan Ketapang dapat berkurang secara bertahap, mendukung kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan masyarakat serta pelaku logistik yang memanfaatkan layanan penyeberangan ini.















Tinggalkan Balasan