Media Kampung, Pandeglang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mengeluarkan larangan bagi warga untuk mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau (GAK) dalam radius 3 kilometer. Larangan ini dikeluarkan menyusul status GAK yang masih berada di Level III atau Siaga akibat aktivitas erupsi yang terjadi di Selat Sunda.

Larangan Mendekati Kawah Gunung Anak Krakatau

Kepala BPBDPK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menegaskan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dan mendekati kawasan kawah GAK dalam radius 3 kilometer. Kebijakan ini mengacu pada rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menjaga keselamatan masyarakat di sekitar gunung berapi yang masih aktif tersebut.

Baca juga:

Imbauan kepada Masyarakat Pesisir dan Wisatawan

Imbauan ini terutama ditujukan kepada warga yang tinggal dan beraktivitas di pesisir Selat Sunda, termasuk kawasan wisata Pantai Carita. Meskipun masyarakat masih diperbolehkan melakukan aktivitas seperti biasa, BPBDPK meminta agar tetap waspada dan mematuhi setiap peringatan resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pentingnya Informasi Resmi dan Kewaspadaan

BPBDPK juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat maupun provinsi Banten. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya demi menghindari kepanikan dan kesalahpahaman.

Baca juga:

Keselamatan sebagai Prioritas Utama

Riza Ahmad Kurniawan menekankan bahwa keselamatan diri sendiri, keluarga, dan orang lain harus menjadi prioritas utama. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, namun kewaspadaan harus terus ditingkatkan dengan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.

Dengan status Siaga Level III yang masih berlaku, langkah-langkah mitigasi bencana tetap menjadi perhatian utama untuk meminimalkan risiko terhadap penduduk dan pengunjung di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: