Media Kampung, Subang – PT BYD Motor Indonesia resmi membuka pabrik baru di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain memproduksi kendaraan listrik, BYD menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60 persen pada tahun 2027 dengan fokus pada pengembangan baterai lokal.
Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun, memproduksi model seperti BYD Atto 1, M6 EV, M6 DM, dan akan memperluas lini produk dengan merek premium Denza. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BYD untuk meningkatkan kandungan lokal dalam proses manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.
Strategi Meningkatkan TKDN dan Pengembangan Baterai Lokal
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menegaskan bahwa pengembangan baterai lokal dan proses perakitan terkait merupakan kunci untuk mencapai target TKDN 60 persen pada 2027. Menurutnya, proses produksi yang menyeluruh menjadi syarat utama agar produk dapat dikatakan sepenuhnya buatan Indonesia.
“Tanpa proses yang menyeluruh dari produksi, kita tidak bisa bilang bahwa suatu produk sepenuhnya buatan Indonesia. Kami juga merencanakan untuk melakukan beberapa pekerjaan perakitan yang berkaitan dengan manufaktur baterai,” ujar Eagle saat peresmian pabrik.
Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Transfer Teknologi
Selain investasi fasilitas, BYD juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan transfer teknologi. Ratusan teknisi dan insinyur Indonesia telah dikirim ke pusat R&D BYD di China untuk mempelajari teknologi kendaraan listrik.
Hingga saat ini, lebih dari 5.000 teknisi lokal bekerja di BYD, dengan target meningkat hingga 20.000 tenaga kerja. Kerja sama dengan institusi pendidikan di Jawa Barat juga berjalan untuk menyiapkan talenta baru yang siap bergabung dengan industri kendaraan listrik.
Peran Pabrik di Subang dalam Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia
Keberadaan pabrik BYD di Subang tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja dan transfer teknologi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri.
Dengan kapasitas produksi besar dan strategi pengembangan baterai lokal, BYD optimistis kontribusinya akan memperkuat industri otomotif Indonesia sekaligus mendorong penggunaan kendaraan listrik yang lebih luas di tanah air.














Tinggalkan Balasan