Media Kampung, Nepal – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan China pada 26 Agustus 2026 terus meningkat, mencapai 1.225 orang. Selain itu, ribuan orang masih dinyatakan hilang dalam tragedi yang menyebabkan kerusakan besar di kawasan pegunungan Himalaya tersebut.

Banjir bandang ini dipicu oleh runtuhnya material es dan batu di kawasan gletser yang kemudian memicu aliran air deras dan tanah longsor di sepanjang Sungai Bhote Koshi. Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal melaporkan telah menemukan 1.114 jenazah di wilayah Nepal, dengan 292 orang mengalami luka-luka dan sekitar 3.916 orang masih hilang. Sementara itu, pihak China melaporkan 21 korban tewas di wilayah Tibet dan 541 orang masih hilang, termasuk 261 warga negara asing.

Baca juga:

Lebih dari 12.000 orang berhasil diselamatkan dan lebih dari 21.000 personel keamanan, termasuk militer dan polisi, dikerahkan untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan. Total sekitar 1,6 juta penduduk terdampak langsung oleh bencana ini, yang menyebabkan kerusakan besar pada permukiman dan infrastruktur di kawasan tersebut.

Upaya evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan meskipun kondisi medan yang sulit dan kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat. Berbagai negara juga turut memberikan bantuan, termasuk pengiriman personel dan dukungan teknis, seperti pengumpulan sampel DNA oleh polisi Singapura untuk membantu identifikasi sembilan warganya yang hilang dalam bencana tersebut.

Baca juga:

Banjir bandang ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir. Kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran dolar, dan pemerintah Nepal bersama mitra internasional terus berupaya mengatasi dampak bencana serta membantu pemulihan masyarakat terdampak.

Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan pengelolaan risiko bencana, terutama di wilayah rawan bencana alam seperti pegunungan Himalaya yang rentan terhadap perubahan iklim dan fenomena alam ekstrem lainnya.

Baca juga:

Operasi pencarian dan bantuan kemanusiaan masih berlangsung, dengan harapan dapat menemukan lebih banyak korban dan memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak.