Media Kampung, Jakarta – Biaya operasional pertandingan kandang Persija Jakarta tercatat paling tinggi dibandingkan klub sepak bola lain di Indonesia, bahkan mencapai 4 sampai 5 kali lipat biaya klub lain. Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama manajemen Persija menaikkan harga tiket pertandingan mulai musim depan.

Biaya Operasional yang Tinggi

Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menjelaskan bahwa biaya untuk menggelar pertandingan di Jakarta sangat besar. Biaya tersebut bisa mencapai 4 hingga 5 kali lipat dibandingkan biaya pertandingan kandang klub lain di kota berbeda. Meski demikian, pendapatan dari penjualan tiket selama ini hanya mampu menutupi 10 hingga 15 persen dari total pengeluaran klub selama satu musim.

Baca juga:

“Untuk menjalankan pertandingan di Jakarta itu biayanya cukup besar, sangat besar bahkan. Kalau boleh dianalogikan, biaya itu mungkin bisa untuk melaksanakan pertandingan home di kota lain 4 atau 5 kali lipat,” ujar Bambang.

Peningkatan Harga Tiket dan Respons The Jakmania

Karena tingginya biaya tersebut, Persija memutuskan menaikkan harga tiket pertandingan, termasuk tiket kategori 2 yang naik dari Rp110 ribu menjadi Rp130 ribu dan tiket sebelumnya Rp130 ribu menjadi Rp150 ribu. Kenaikan ini mulai diterapkan uji coba saat pertandingan kontra Brisbane Roar yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS).

Keputusan ini mendapat reaksi dari kelompok suporter Persija, The Jakmania, yang memutuskan melakukan boikot pada pertandingan tersebut. Mereka menilai manajemen tidak melakukan komunikasi yang memadai sebelum menaikkan harga tiket.

Baca juga:

Bambang Pamungkas menyatakan pengertian terhadap aksi boikot tersebut dan berharap masalah ini dapat segera menemukan solusi. “Persija dengan The Jakmania itu seperti dua sisi mata uang. Mungkin saat ini ada sedikit perbedaan, tapi saya yakin akan ada titik temu yang mempertemukan kita kembali,” tuturnya.

Perbedaan Biaya Pertandingan di JIS dan SUGBK

Bambang juga menambahkan bahwa biaya pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) lebih mahal dibandingkan di JIS, meskipun keduanya berada di Jakarta. Namun, kapasitas penonton yang lebih besar di SUGBK membuat pendapatan dari tiket tidak berbeda jauh antara kedua stadion tersebut.

Dampak dan Harapan ke Depan

Kondisi biaya operasional yang tinggi dan kenaikan harga tiket ini menjadi tantangan bagi Persija dan para suporter. Manajemen klub berharap kenaikan harga dapat diterima oleh semua kalangan agar keberlangsungan klub tetap terjaga secara finansial.

Baca juga:

Selain itu, kehadiran The Jakmania tetap dianggap penting sebagai bagian dari perjuangan klub, dan manajemen berkomitmen menjaga komunikasi yang lebih baik untuk mengatasi perbedaan yang ada.