Media Kampung – Pemerintah Indonesia menargetkan potensi investasi di sektor olahraga nasional mencapai 251 miliar dolar AS atau sekitar Rp 8.000 triliun. Potensi ini dianggap sangat besar dan dapat dikembangkan dengan mencontoh pengelolaan industri olahraga yang sudah maju di Inggris dan Amerika Serikat.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa sektor olahraga memiliki peluang ekonomi luar biasa apabila dikelola sebagai sebuah industri. Saat ini, kontribusi industri olahraga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih sangat kecil, di bawah 0,2 persen, dibandingkan dengan Inggris yang mencapai lebih dari 2,5 persen dan Amerika Serikat yang bisa sampai 5 persen PDB.

Baca juga:

Menurut Wijayanto, pengembangan industri olahraga memerlukan regulasi yang kuat serta insentif fiskal maupun non-fiskal untuk menarik minat investor. Namun, ia juga menilai bahwa target investasi sebesar Rp 8.000 triliun perlu dikaji ulang dengan perhitungan yang lebih mendalam karena kemungkinan besar nilainya akan lebih rendah dari itu.

Keunggulan Indonesia dalam Industri Olahraga

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menambahkan bahwa sektor olahraga belum menjadi pilar utama investasi nasional. Namun, Indonesia memiliki keunggulan besar berupa pasar domestik yang luas, basis manufaktur apparel dan alas kaki yang sudah kuat, serta potensi besar di cabang olahraga populer seperti sepak bola, bulu tangkis, olahraga rekreasi, dan sport tourism.

Baca juga:

Menurut Yusuf, tantangan utama adalah bagaimana mengubah keunggulan-keunggulan tersebut menjadi industri yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan dan berdampak luas bagi perekonomian.

Langkah Pemerintah dalam Mempercepat Investasi Olahraga

Upaya konkret untuk mempercepat investasi di sektor olahraga ditunjukkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait sistem perizinan berusaha berbasis risiko (OSS). Kerja sama ini bertujuan mempermudah proses perizinan dan mendorong pertumbuhan industri olahraga.

Baca juga:

Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa investasi di sektor olahraga harus memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi ekonomi tapi juga pariwisata. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menambahkan bahwa nilai industri olahraga global saat ini mencapai sekitar 521 miliar dolar AS dengan pertumbuhan tahunan sekitar 8 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi banyak negara. Selain itu, sport tourism juga memiliki nilai hampir 600 miliar dolar AS dengan pertumbuhan signifikan.

Faktor Pendukung Pengembangan Industri Olahraga

  • Kompetisi olahraga reguler dan berkelanjutan sejak usia dini untuk menciptakan ekosistem yang kuat.
  • Regulasi yang berintegritas dan mendukung perkembangan bisnis olahraga.
  • Insentif fiskal dan non-fiskal untuk menarik investasi dan mendorong inovasi.
  • Pengembangan sport tourism sebagai sektor pendukung ekonomi kreatif dan pariwisata.

Dengan mengikuti jejak negara-negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan sektor olahraga menjadi industri yang tidak hanya menghasilkan pendapatan besar, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga internasional.