Media Kampung, Jakarta – Jalanan di Jakarta terlihat lebih lengang pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, menyusul rencana aksi demonstrasi yang melibatkan beberapa kelompok masyarakat dan mahasiswa di sejumlah titik utama ibu kota. Kondisi ini diduga akibat banyak karyawan yang memilih bekerja dari rumah (WFH) atau bekerja dari mana saja (WFA) untuk menghindari kepadatan selama aksi berlangsung.

Sejumlah kelompok yang akan menggelar aksi di antaranya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), dan Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4). Mereka menyuarakan tuntutan beragam mulai dari pengesahan RUU Perampasan Aset, pemberantasan korupsi, harga kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, hingga evaluasi program pemerintah.

Baca juga:

Pengamatan dari Google Maps menunjukkan dominasi warna hijau di jalanan Jakarta pada pagi hari, menandakan lalu lintas lancar, berbeda dari kondisi biasa yang sering macet. Beberapa netizen di media sosial melaporkan perjalanan yang jauh lebih cepat dan nyaman dibanding hari-hari biasanya.

Polisi telah memetakan tiga lokasi utama untuk aksi unjuk rasa, yaitu Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas, dan Taman Pandang Silang Monas. Sebanyak 18.504 personel dikerahkan untuk mengamankan 62 agenda unjuk rasa yang tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Khusus di Gedung DPR/MPR RI, 4.274 personel disiapkan untuk pengamanan dan pelayanan publik.

Baca juga:

Dalam pengamanan, aparat menekankan pendekatan humanis dan persuasif tanpa menggunakan senjata api. Rekayasa lalu lintas juga diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan untuk menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyatakan terdapat 86 titik aksi demo di Jakarta pada hari ini. Ia memastikan tidak ada penyekatan jalan yang menghalangi masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi. Pengaturan lalu lintas bertujuan untuk memudahkan dan melindungi hak semua warga agar aktivitas tetap lancar.

Baca juga:

Untuk masyarakat yang hendak beraktivitas di Jakarta, layanan CCTV online disediakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time, terutama di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR dan ruas jalan yang berpotensi terdampak kepadatan akibat aksi demonstrasi.

Dengan langkah pengamanan yang terstruktur dan komunikasi yang terbuka, diharapkan ruang demokrasi dapat terjaga dengan tertib, aman, dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat maupun masyarakat umum.