Media Kampung – Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp330 triliun pada 2026, melampaui laba Temasek Holdings Singapura yang mencapai sekitar Rp136 triliun. Data ini diungkapkan oleh Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur BUMN (BP BUMN).
Menurut Dony, capaian laba tersebut menjadi modal penting bagi Danantara untuk memperluas investasi BUMN hingga ke pasar global. Proyeksi laba BUMN pada tahun ini bahkan diperkirakan meningkat menjadi Rp360 triliun, menunjukkan daya saing perusahaan negara yang semakin kuat di kancah internasional.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi global, Danantara telah melakukan langkah-langkah konkret seperti akuisisi hotel di Makkah, Arab Saudi, dan persiapan lahan pendukung kebutuhan jemaah haji Indonesia. Selain itu, investasi dalam sektor bandar udara di Madinah juga tengah dikaji sebagai bagian dari diversifikasi portofolio investasi negara.
Ekspansi tidak hanya dilakukan melalui investasi langsung, tetapi juga mendorong perusahaan BUMN memperluas bisnis ke luar negeri. PT Pegadaian (Persero) menjadi contoh perusahaan yang disiapkan untuk mengakuisisi perusahaan sejenis di Filipina, mengingat kesamaan model bisnis dan peluang pasar yang terbuka.
Selain ekspansi bisnis, Danantara dan BP BUMN juga fokus pada penguatan tata kelola internal, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Sistem SDM terintegrasi yang sedang disiapkan bertujuan membangun standar pengelolaan SDM yang profesional, terukur, dan berbasis meritokrasi di seluruh BUMN.
Dony menjelaskan bahwa sistem grading SDM ini akan menjadi acuan bersama dalam pengembangan karier, penilaian jabatan, kompetensi, serta kontribusi pegawai di seluruh perusahaan pelat merah. Proses penyusunan grading system dilakukan dengan membangun standar versi Indonesia yang unik dan konsisten, meskipun juga melakukan benchmarking dengan praktik terbaik di BUMN lain.
Implementasi sistem grading SDM dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan karakteristik dan skala masing-masing BUMN. Tujuannya untuk menciptakan ekosistem karier yang transparan, kompetitif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi talenta terbaik untuk berkembang sesuai dengan kompetensi dan kinerja mereka.
Dengan laba yang terus meningkat dan penguatan sistem SDM, Danantara optimistis posisi BUMN akan semakin kuat sebagai pemain global sekaligus berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.














Tinggalkan Balasan