Media KampungAlexander Isak kembali ke St. James’ Park sebagai pemain Liverpool dan menghadapi sambutan dingin dari suporter Newcastle United. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2 tersebut, Isak mendapat ejekan dan tekanan yang cukup besar dari para pendukung klub lamanya.

Insiden penting terjadi saat Liverpool mendapatkan penalti di menit-menit akhir pertandingan setelah Victor Munoz dilanggar di kotak penalti Newcastle. Banyak yang mengira Isak akan mengambil tendangan penalti tersebut, sebagai kesempatan untuk membuktikan diri dan membalas perlakuan suporter Newcastle. Namun, penalti akhirnya dieksekusi oleh Dominik Szoboszlai yang berhasil menyamakan skor.

Baca juga:

Alan Shearer, legenda Newcastle dan mantan striker klub tersebut, menyatakan keinginannya agar Isak yang mengambil penalti tersebut. Shearer menilai Isak sudah menerima banyak tekanan dan pukulan selama pertandingan, sehingga ini adalah saatnya bagi penyerang asal Swedia itu untuk menunjukkan keberanian dan kualitasnya.

Shearer mengatakan dalam podcast “The rest is football” bahwa dia berharap Isak berani maju dan mengambil penalti serta menunjukkan apa yang bisa dia lakukan. Pernyataan ini mendapat dukungan dari beberapa analis sepak bola yang mengamati pertandingan tersebut.

Baca juga:

Sementara itu, pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menyadari bahwa Isak sudah mempersiapkan diri menghadapi sambutan keras dari suporter Newcastle. Meski tampil kurang maksimal dan menjadi sasaran cercaan, Iraola menghargai usaha dan perjuangan Isak di lapangan, terutama dalam menciptakan peluang dan bertarung di setiap kesempatan.

Isak sendiri mengalami musim yang sulit sejak bergabung dengan Liverpool pada musim panas lalu dengan biaya transfer mencapai 170 juta dolar AS, yang merupakan rekor British transfer. Cedera dan performa yang belum konsisten membuatnya belum mampu memberikan dampak signifikan bagi tim baru.

Baca juga:

Selain itu, kritik juga datang dari mantan pemain seperti Gary Neville yang menyoroti kurangnya intensitas dan determinasi dari Isak dan rekan setimnya, Florian Wirtz. Mereka menilai kedua pemain mahal tersebut harus segera meningkatkan performa agar tidak semakin mendapat tekanan dari media dan penggemar.

Kembalinya Isak ke Newcastle menjadi sorotan utama dalam laga tersebut, yang sekaligus menandai awal era baru bagi Liverpool dengan pelatih Andoni Iraola. Meski mendapat tantangan berat, Isak diharapkan bisa bangkit dan membuktikan nilai transfer yang besar bagi klub Merseyside tersebut di musim ini.