Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Kementerian Sosial memastikan penanganan darurat gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan optimal dengan penyediaan bantuan logistik, pengoperasian dapur umum, serta pemberian santunan bagi korban terdampak. Total bantuan yang telah disiapkan mencapai Rp17,27 miliar per tanggal 19 Agustus 2026.
Gempa yang terjadi di wilayah NTT menyebabkan 70 orang meninggal dunia, 665 orang luka-luka, dan ribuan warga mengungsi. Sebanyak 31.220 orang mengungsi dan 16.411 kepala keluarga terdampak bencana. Data ini masih dapat berubah seiring perkembangan situasi di lapangan.
Bantuan Logistik dan Dapur Umum
Kementerian Sosial menyediakan berbagai bantuan logistik seperti 48 ton beras reguler, 7.500 paket sembako, perlengkapan pengungsian, dan bufferstock logistik yang meliputi makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung dan keluarga, family kit, kids ware, kasur, selimut, serta fasilitas penunjang lain seperti shower kit dan toilet portabel.
Penyediaan layanan dapur umum juga dilakukan di tujuh wilayah terdampak gempa dengan kapasitas penyajian makanan harian yang bervariasi, antara lain:
- Nagekeo: 4.000 bungkus per hari
- Sikka: 4.500 bungkus per hari
- Manggarai: 5.000 bungkus per hari
- Manggarai Timur: 5.500 bungkus per hari
- Ende: 1.500 bungkus per hari
- Ngada: 2.000 bungkus per hari
- Manggarai Barat: masih dalam proses asesmen
Selain itu, distribusi paket sembako juga dilakukan di sejumlah daerah terdampak guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat pengungsi dan korban gempa.
Pemberian Santunan Korban
Kementerian Sosial menyiapkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta per orang untuk 70 korban. Sementara itu, santunan sebesar Rp5 juta diberikan kepada 199 korban yang mengalami luka-luka akibat gempa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan duka cita dan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak gempa. Pendampingan psikososial dan layanan sosial juga menjadi bagian penting dari penanganan darurat yang sedang dijalankan.
Koordinasi dan Penyesuaian Bantuan
Penanganan darurat gempa ini dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Pendistribusian logistik dan pengoperasian dapur umum akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar tidak ada wilayah atau kelompok masyarakat yang kekurangan kebutuhan dasar atau terlambat mendapatkan pelayanan.
Gus Ipul menekankan pentingnya kehadiran petugas di lokasi pengungsian untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan masyarakat mendapatkan pendampingan yang layak selama masa tanggap darurat.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap dapat meminimalisir dampak buruk bencana gempa dan mempercepat pemulihan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.















Tinggalkan Balasan